MCMNEWS.ID | Gedung Bank Banten. Dok: Bank Banten
MCMNEWS.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) atau Bank Banten tengah melakukan Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Sejak awal rencana right issue, sedikitnya 3 investor besar dikabarkan bersedia menjadi pembeli siaga (Standby Buyer) untuk membeli saham Bank kebanggaan masyarakat Banten tersebut.
1. Amazon
Setelah manajemen Bank Banten mengabarkan akan melakukan penambahan modal melalui rights issue dengan merilis sedikitnya 23,38 Miliar saham baru seri C beberapa waktu lalu, salah satu Start Up terbesar di dunia, Amazon, dikabarkan berminat membeli Saham Bank Banten.
“Saya kira tidak lama lagi kami akan segera menginformasikan (kepada masyarakat soal kerjasama dengan Amazon, red),” kata Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, dalam acara ‘Komputasi Awan & Trend Digitalisasi Perbankan’, Rabu, (8/9/2021).
Kendati demikian, kerjasama antara Bank Banten dan anak perusahaan Amazon, Amazon Web Service (AWS), terfokus pada pengembangan layanan digital perbankan.
“Banyak ekosistem keuangan yang nantinya akan dibuat bersama-sama dengan Amazon Web Service (AWS) ini, seperti yang kita ketahui bahwa Amazon Web Service ini juga punya keunggulan dari cloud service yang nomor 1 didunia,” tutur Agus.
2. Group Reliance
Group Reliance dikabarkan merupakan salah satu perusahaan yang berminat untuk menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue Bank Banten.
“Konsorsium Reliance sangat serius untuk mendukung rencana bisnis Bank Banten,” kata Agus Syabarrudin, beberapa waktu lalu, Jumat (8/10) dikutip dari CNBC Indonesia.
Namun, Agus menjelaskan, komitmen dari Grup Reliance yang juga disokong oleh jasa keuangan PT Reliance Sekuritas dan PT Asuransi Reliance Indonesia ini tak hanya jangka pendek dalam rights issue saja, tetapi jangka panjang.
3. Mega Karya Anugerah (MKA) Group
Kelompok usaha Mega Karya Anugrah (MKA) Group dikabarkan sangat minat membeli saham Bank Banten.
Sebagai bentuk keseriusan, MKA Group dikabarkan sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk membeli saham Bank Banten.
Direktur Utama MKA, Ade Rudiana, mengatakan, rencana pembelian saham dalam rights issue Bank Banten selaras dengan visi perusahaan untuk berkontribusi membangun daerah dan sekaligus memperkuat permodalan Bank Banten.
“Bank Banten memiliki visi dan misi yang sama terutama dalam upaya pembangunan daerah dan juga dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Kami menjadi besar saat ini karena Indonesia. Jadi kami ingin berterima kasih dan berbuat untuk Indonesia, termasuk apa yang akan dilakukan Bank Banten,” kata Ade, Jumat, (15/10/2021).
“Dana yang sudah disiapkan untuk masuk ke BEKS, sudah ada di BCA sebesar Rp900 miliar dan sebagian ada di BRI untuk target Rp1,8 triliun yang dibutuhkan BEKS untuk pada PUT VII. Kami sedang memproses finalisasi administrasinya,” tandasnya.
Diketahui, PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten (BEKS) akan segera melakukan penambahan modal melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan harga Rp77 per saham.
Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, menuturkan, perolehan tambahan modal melalui PUT VII akan digunakan untuk ekspansi bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65 persen serta penguatan struktur keuangan perseroan sekitar 35 persen.
“Untuk menggenjot kinerja perusahaan, BEKS berupaya untuk mendapatkan pendanaan baru. Modal ini nantinya akan menjadi bahan bakar bagi mesin perusahaan untuk ekspansi usaha, sekaligus memberikan pelayanan lebih luas lagi kepada Nasabah,” kata Agus, kepada Mcmnews.id, Selasa, (24/8/2021).
“Dana yang diraih perusahaan akan difokuskan untuk pengembangan teknologi, sekaligus menjadi modal bagi perseroan dalam menyalurkan kredit.” pungkasnya.