MCMNEWS.ID – Anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Robert Usman menyebut tata kelola Pasar Tradisional Ciputat buruk.
Lanjut Robert, sehingga hal itu menyebabkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Ciputat sulit ditingkatkan.
“Kalau kita lihat sekarang itu suasananya itu (Pasar Ciputat) tidak memungkinkan untuk Komisi III untuk meningkatkan pendapatan di pasar itu jauh,” kata Robert kepada wartawan, ditulis Selasa 14 Februari 2023.
Menurut Robert, penataan dan kondisi bangunan hasil revitalisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, tidak sesuai dengan harapan.
“Karena kita lihat kondisi bangunannya itu tata kelolanya itu tidak sesuai dengan harapan pedagang. Jadi pedagang itu baik yang akses masuk maupun keluar itu masih belum sesuai,” tegasnya.
Sebagai ‘pemburu’ PAD, Komisi III sendiri berkewajiban untuk membuat regulasi, untuk mendongkrak pendapatan bagi keuangan daerah.
Dengan tata kelola dan rencana pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan banyak pihak, tambah Robert, membuat PAD dari sektor retribusi di Pasar Ciputat sangat sulit ditingkatkan.
“Misalnya orang jualan itu pasar ada berapa lantai, kemudian akses ke atas itu tidak ada lift barang, lift orang segala macam. Masa pedagang mau mikul-mikul barangnya keatas, terus pembelinya juga harus mikul-mikul ke bawah,” sebut Robert.
“Belum lagi akses-akses di luarnya seperti parkir, pasar itukan gak punya parkir. Yang kedua yang dipersoalkan juga, itu tokonya kecil-kecil, kiosnya kecil jadi mereka jadi tidak nyaman,” tambahnya.
Robert menuturkan, bahkan setelah dilakukan revitalisasi, PAD dari Pasar Ciputat mengalami penurunan sekira 50 persen.
“Makanya kami bilang jauhlah kita berharap dari Pasar Ciputat untuk meningkatkan pendapatan daerah untuk saat ini, itu jauh kalau tidak diselesaikan persoalannya secara komprehensif,” tuturnya.
“Kalo angka (PAD) pastinya kita belum melihat. Cuma dari Dinas Indag (Disperindag) untuk masalah pasar ini menurun sekali, ada sekitar 50 persen,” pungkasnya.