MCMNEWS.ID – Dini hari esok, bulan kembali akan tiba di titik terdekatnya dengan bumi yakni fenomena Full Buck Supermoon (Bulan Purnama Rusa Super).
Kondisi tersebut akan terjadi pada 14 Juli 2022, sekitar pukul 01.57 WIB/02.57 WITA/03.57 WIT pada jarak 357.418 km.
Diketahui sebelumnya, pada 2022 ini, ada tiga jenis fenomena supermoon yang bisa kalian saksikan di langit Indonesia mulai 14 Juni-14 Juli 2022. Ketiga fenomena tersebut, yakni full strawberry supermoon (purnama stroberi super), new strawberry supermoon (bulan baru stroberi mikro), dan full buck supermoon (purnama rusa super).
Namun, Fenomena full strawberry supermoon sudah terjadi pada 14 Juni-15 Juni 2022. New strawberry supermoon pun juga sudah muncul terjadi pada 29 Juni 2022 lalu.
Tetapi, jangan khawatir, Anda masih bisa menyaksikan fenomena supermoon lainnya, yakni full buck supermoon.
Untuk menyaksikan fenomena supermoon, caranya cukup mudah. Anda tinggal mengarahkan pandangan ke langit malam sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu terbit hingga terbenam bulan dengan mata telanjang.
Tetapi Anda perlu bantuan alat khusus jika ingin mengabadikan momen langka ini. Anda bisa menggunakan teleskop atau binokuler yang terhubung dengan kamera ponsel atau kamera CCD untuk mengabadikan fenomena langka ini.
Sekedar informasi, Full buck supermoon adalah fenomena purnama yang terjadi pada Juli. Kali ini bertepatan dengan bulan purnama super (full supermoon) atau purnama perigee (perigeal full moon). Oleh karena itu, purnama ini disebut full buck supermoon atau purnama rusa super.
Penamaan full buck supermoon atau purnama rusa super berasal dari The Farmer’s Almanac (Almanak Petani Amerika Serikat). Nama ini disematkan karena pada bulan Juli tanduk rusa jantan muda mulai tumbuh.
Penamaan itu digunakan penduduk asli Amerika Serikat untuk menandai musim dan perilaku hewan yang terlihat pada periode tertentu.
Selain itu, ternyata Fenomena Full Buck Supermoon memiliki dampak bagi kehidupan di Bumi, dan patut untuk diwaspadai. Dilansir dari EDUSAINSA BRIN (LAPAN), Rabu (13/7/2022), dampak yang ditimbulkan sebagaimana halnya fase Purnama maupun fase Bulan Baru pada umumnya.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran, mengatakan bahwa Bulan Purnama Rusa Super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
“Pasang laut ini, disebut juga sebagai pasang purnama,” kata Andi dalam keterangan resminya.
Andi menerangkan, hal ini bisa terjadi karena konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan atau Matahari-Bulan-Bumi yang segaris dan mengakibatkan masing-masing gaya diferensial (gaya pasang surut) yang ditimbulkan oleh Bulan dan Matahari memiliki arah yang sama.
“Arah gaya diferensial yang sama inilah yang membuat resultan/total gaya diferensial yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dengan pasang perbani, yakni saat konfigurasi pada fase perbani/kwartir awal maupun akhir yang mana Matahari-Bumi-Bulan membentuk sudut siku-siku atau 90 derajat,” papar dia.
Secara umum, gaya diferensial pasang purnama 27%-38% lebih besar dibandingkan saat pasang perbani jika diperbandingkan pada jarak yang sama.
Konfigurasi ini, turut diperkuat oleh Bulan yang mencapai titik terdekat Bumi saat Purnama Rusa Super dengan penambahan gaya sekitar 25,5% dari gaya diferensial pada jarak rata-rata Bumi-Bulan.
Dari situ, Andi mengingatkan agar perlu diwaspadai pasang laut tertinggi saat 14 Juli besok, dan dihimbau supaya para nelayan untuk tidak melaut antara dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena ini, yaitu antara 12-16 Juli 2022.
“Perhitungan ini, semata-mata hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja dan tidak mempertimbangkan gelombang laut akibat badai angin,” tegasnya.
Berikut jadwal lengkap fenomena supermoon Juli 2022:
• Banda Aceh: 13 Juli 18.41 WIB-14 Juli 06.49 WIB
• Palembang: 13 Juli 17:43 WIB-14 Juli 06:27 WIB
• Jakarta: 13 Juli 17.28 WIB-14 Juli 06.25 WIB
• Semarang: 13 Juli 17.11 WIB-14 Juli 06.12 WIB
• Yogyakarta: 13 Juli 17.09 WIB-14 Juli 06.13 WIB
• Surabaya: 13 Juli 17.10 WIB-14 Juli 06.12 WIB
• Denpasar: 13 Juli 17.47 WITA-14 Juli 06.55 WITA
• Pontianak: 13 Juli 17.30 WITA-14 Juli 06.02 WITA
• Banjarmasin: 13 Juli 18.01 WITA-14 Juli 06.47 WITA
• Makassar: 13 Juli 17.37 WITA-14 Juli 06.30 WITA
• Manokwari: 13 Juli 17.45 WIT-14 Juli 06.20 WIT
• Jayapura: 13 Juli 17.14 WIT-14 Juli 06.59 WIT