MCMNEWS.ID | Rumah seorang kekaisaran Jepang Laksamana Maeda yang dijadikan tempat untuk merumuskan dan menulis naskah proklamasi. Dok: Kemendikbud
MCMNEWS.ID – Kisah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus tak lepas dari salah satu rumah bersejarah yang menjadi tempat untuk merumuskan teks Proklamasi. Rumah dua lantai buatan tahun 1920 itu terletak di Menteng, Jakarta.
Dulu, alamat bangunan ini adalah Jl Miyako-Doori nomor 1 dan saat ini lebih dikenal sebagai Jl Imam Bonjol nomor 1.
Tak lain tak bukan rumah tersebut milik Laksamana Muda Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi Angkatan Laut (Kaigun) Kekaisaran Jepang yang ditugaskan di Indonesia. Jabatannya adalah kepala Kantor Penghubung (Kaigun Bukanfu) antara Kaigun dan Angkatan Darat (Rikugun) Kerajaan Jepang di Indonesia.
Saat itu, Maeda khawatir akan terjadi gesekan jika tidak ada yang mengawasi Rikugun yang berkuasa atas Pulau Jawa dan Sumatra dan Kaigun memerintah Indonesia timur.
Dari situlah ia mengusulkan kepada Pemerintah Jepang dibentuknya sebuah badan koordinasi sebagai penghubung Rikugun dan Kaigun. Setelah mendapatkan angin segar, ia bergegas ke Jakarta dan meminta Aratame Naohisa, mantan Konsul Jenderal Jepang di Batavia untuk mencari lokasi kantor.
Naohisa berhasil mendapati sebuah bangunan dengan pekarangan sangat luas untuk dijadikan kantor sekaligus kediaman Maeda. Kantor Penghubung itu resmi beroperasi pada Oktober 1942.
Ada empat departemen yang dibentuk Maeda di Kantor Penghubung dengan mayoritas staf adalah warga sipil. Salah satunya adalah Ahmad Soebardjo, kepala kantor cabang departemen penelitian.
Dilansir dari Indonesia.go.id, Soebardjo bukan orang baru bagi Maeda. Mereka sudah saling kenal sejak di Den Haag, Belanda dan Berlin, Jerman pada 1930. Saat itu Soebardjo diketahui aktif di organisasi Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia saat di Belanda.
Lanjut membaca ke halaman berikutnya