MCMNEWS.ID | Walikota Tangsel, Benyamin Davnie. Dok: humas
MCMNEWS.ID – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, angkat bicara menyoal aksi mogok produksi dan dagang yang dilakukan para pengrajin tahu-tempe selama 3 hari.
Benyamin menyebut pihaknya telah berkoodinasi dengan pemerintah pusat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten terkait keluhan para pengrajin tahu-tempe.
“Kita sudah sampaikan permohonan untuk segera dilakukan stabilitasan harga kedelai, khususnya di Tangerang Selatan melalui Indag Provinsi,” kata Benyamin, Selasa, (22/02/2022).
“Kita menahan diri saja dulu sementara ini, sampai pemerintah pusat melakukan langkah-langkah untuk menurunkan harga kedelai,” lanjut Benyamin.
Sebelumnya, para pengrajin tahu dan tempe di Kota Tangsel melakukan aksi mogok produksi dan dagang mulai hari Senin (21/02/2022) hingga Rabu (23/02/2022).
Aksi mogok dan produksi itu disebabkan harga bahan dasar kedelai yang terus mengalami kenaikan.
Salah seorang pengrajin tahu dan tempe di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mugiyono, mengatakan, harga kedelai terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Normalnya itu Rp8000 atau Rp7000 perkilogram. Sekarang harganya Rp1.150.000 perkuintal, jadi satu kilonya itu Rp.11.500 bahkan bisa mencapai Rp.12.000 perkilo,” kata Mugiyono, ditulis Senin, (21/02/2022).