MCMNEWS.ID | Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangsel, Julham Firdaus. Dok: ist
MCMNEWS.ID – Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus angkat bicara terkait kritik yang dilontarkan Ketua Umum Repdem, Wanto Sugito, kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Julham pun meminta agar politisi PDI Perjuangan tersebut untuk tidak melupakan ajaran bung Karno.
Ajaran bung Karno yang dimaksud, lanjut Julham, yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah dan menghargai jasa para pendahalu.
“Jangan sekali-sekali melupakan sejarah sebagaimana yang diajarkan Bung Karno. Adapun ajaran Bung Karno yang lain yaitu, menghargai jasa-jasa para pendahulu juga sebaiknya juga tidak dilupakan,” tegas Julham, dalam keterangan yang diterima MCMNEWS.ID, Kamis, 16 Maret 2023.
Julham pun memaparkan sejumlah capaian pemerintah orde Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dikatakan Julham, selama 10 tahun masa pemerintahan Presiden SBY, gaji ASN dan TNI-Polri sembilan kali naik secara signifikan.
“Lalu pemerintahan Presiden SBY juga menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan dan mengangkat 1,1 juta tenaga honorer termasuk Guru sebagai PNS, serta mengentaskan 8,6 juta orang dari kemiskinan,” lanjut Julham.
“Ini tidak lepas dari perekonomian nasional yang tumbuh stabil rata-rata 6% selama 10 tahun, sehingga pendapatan perkapita rakyat Indonesia naik 350%, membuat jumlah kelas menengah naik dari 37% sebelumnya menjadi 56% dan jumlah UMKM naik menjadi 16,8 juta unit,” kata Julham lagi.
Julham melanjutkan, sebagai bentuk komitmen mencerdaskan bangsa, anggaran pendidikan naik 478% salam periode kepemimpinan SBY.
Selain itu, terdapat peningkatan empat kali lipat dalam anggaran alat-alat utama sistem pertahanan (alutsista), termasuk kesejahteraan TNI- Polri.
“Jangan lupa masih ada 545 proyek infrastruktur, termasuk jalan raya non-tol, pelabuhan, bandara dll senilai hampir Rp1300 Triliun. Ini semua dilakukan sambil menurunkan rasio utang luar negeri sampai 55% termasuk melunasi utang IMF lebih cepat dari waktunya,” tegas Julham.
“Sedangkan sekarang utang luar negeri naik lagi menjadi lebih dari Rp. 7.700 triliun, belum termasuk utang-utang BUMN yang mencapai lebih dari Rp.1.640 triliun. Ini saja jumlah utang yang menjadi tanggungan pemerintah mencapai lebih dari Rp. 9.300 triliun, belum termasuk utang-utang sektor publik lainnya,” lanjutnya.
Politisi Partai Demokrat itupun menyebut, Presiden SBY pada saat itu juga mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan, penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi dengan penguatan KPK serta jaminan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.
“Ingat dulu, teman-temannya pak Wanto pernah membawa kerbau dengan tulisan SBY dibagian pantatnya ke Istana tapi tidak diapa-apakan. Sekarang, menulis status di media sosial saja bisa jadi perkara, diserbu oleh buzzer bayaran atau bahkan dikriminalisasi,” tegasnya.
“Kalau ingin tahu lebih banyak, datang saja ke kantor DPC Demokrat Tangsel, biar saya jelaskan sembari ngopi-ngopi,” pungkasnya.