MCMNEWS.ID | Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel, Wawang Kusdaya, saat dikonfirmasi soal penyertaan modal kota tangsel ke Bank BJB. Dok: Andre Pradana
MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan kembali menambah penyertaan modal ke Bank BJB sebesar Rp10 miliar pada tahun 2023.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel, Wawang Kusdaya, mengatakan, penyertaan modal tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
“Iya dilanjut lagi, sudah dialokasikan untuk tahun 2023. Nominalnya sama dengan tahun 2022 (Rp10 miliar). Itukan sesuai Perdanya, harus dipasang (dialokasikan, red) terus hingga tahun 2024,” kata Wawang, ditulis Jumat, (14/10/2022).
Ia menjelaskan, dalam penyertaan modal tahap kesatu tahun 2022, Pemkot Tangsel telah mendapatkan pembagian deviden dari perolehan laba Bank BJB sebesar Rp731 juta.
Dikatakan Wawang, keuntungan tersebut tercatat masuk kedalam komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2022.
“Tahun 2022 sudah masuk ke komponen pendapatan sekitar Rp731 juta, masuk ke PAD dari sektor pendapatan lain-lain yang sah,” tuturnya.
Diketahui, dalam Perda Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Bank BJB, Pemkot Tangsel akan melakukan penyertaan modal dengan total keseluruhan mencapai Rp50 miliar.
Penyertaan modal sendiri dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Pada tahun 2022 Pemkot Tangsel telah melakukan penyertaan modal tahap kesatu sebesar Rp10 miliar dan tercatat sebagai pemegang saham sebanyak 7.380.073 lembar saham atau 0,07 persen.