MCMNEWS.ID – Anggota Komisi X DPR RI Mustafa Kamal menyatakan perlunya kajian lagi secara mendalam tentang wacana kampanye politik di lingkungan kampus.
Ia menilai dibutuhkannya kajian agar ke depannya wacana dapat menjadi praktek dan pembelajaran politik bukan sebagai bentuk politik praktis di kampus.
“Berbagai pendapat harus masuk karena kampus memang tidak boleh menjadi tempat ajang politik praktis, tetapi juga bagi generasi muda terdidik yang kesempatan yang sangat sedikit di republik ini wajar kalau mendapatkan pendidikan politik lebih awal, lebih dini, untuk menjadi pemimpin masa depan,” jelas Mustafa di Senayan, Jakarta (22/08/22).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengungkapkan bahwa wacana tersebut harus mempunyai pakem yang jelas dan tepat agar independensi kampus tetap terjaga.
“Kita pisahkan dari pendidikan yang sifatnya pragmatisnya, yang bukan bagian dari kaderisasi partai tetapi ini bagian dari pendidikan politik secara luas, jadi tidak ada partisan, tidak ada politik praktisnya di situ,” kata Mustafa dikutip dari rilis resmi Parlementaria.
Menurutnya kampus juga harus laboratorium pengkajian politik yang berkembang dalam praktek yang memberikan kesadaran politik lebih awal bukan hanya dalam teori.
“Bagi saya pribadi yang terpenting adalah pendidikan politik itu sesuatu keniscayaan yang harus berjalan terdepan di perguruan tinggi tinggi karena perguruan tinggi tempat orang yang terdidik dan masih sangat sedikit orang yang mendapat kesempatan itu,” jelasnya.
“Mereka adalah pemimpin masa depan, mereka harus punya kesadaran lebih awal, punya kesadaran politik, punya kesadaran sejarah untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” Lanjutnya.
Lanjut membaca ke halaman berikutnya