MCMNEWS.ID | Heriyanto, warga asal Kalimantan tengah (Kalteng) saat melakukan aksi mogok makan di depan Gedung Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta. Dok: istimewa
“Sampai sejauh ini menurut kami Kemnaker kurang kooperatif dan tidak ada inisiatif dalam menyelesaikan kasus pak Herianto. Sejak awal pak Herianto melakukan aksi, perwakilan dari pihak Kemnaker hanya menemuinya satu kali, itupun tidak membuahkan jalan keluar,” jelasnya.
“Terakhir pihak Kemnaker meminta klien kami membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa Herianto belum pernah mengurus BPJS Ketenagakerjaan, namun tidak ada komunikasi lanjutan terkait hal itu dari pihak Kemnaker,” tegas Yudi
Yudi menuturkan, saat ini kondisi kliennya di lapangan sangat memperihatinkan. Pasalnya, lanjut Yudi, Herianto tetap akan melanjutkan aksinya demi tuntutannya dapat diakomodir oleh pihak Kemnaker.
“Kondisi klien kami saat ini terbilang cukup memprihatinkan, bagaimana tidak, dengan kondisi kesehatan yang terus menurun karena mogok makan, ia pun pun tetap bertahan dilokasi aksi meski cuaca panas ataupun hujan,” tuturnya.
“Klien kami menyebut bahwa ia akan terus melakukan aksi mogok makan apapun resikonya, karena menurutnya output dari aksi ini hanya ada dua yaitu tuntutannya diterima atau dia meninggal karena kelaparan, menurut saya saat ini keputusan ada di pihak Kemnaker,” pungkas Yudi.