MCMNEWS.ID – Perusahaan mobil terkenal asal Jerman, Volskwagen (VW), mengakui bahwa produknya sedang tertinggal dari para pesaing di kancah dunia otomotif.
Hal itu disebabkan oleh biaya operasional perusahaan yang sedang tinggi, namun produktivitas rendah tidak sesuai harapan.
Thomas Schaefer, CEO VW mengungkapkan masalah itu kepada para staf dalam sebuah pertemuan di kantor pusat Wolfsburg, Jerman.
“Dengan banyak struktur, proses dan biaya tinggi yang sudah ada sebelumnya, kami tidak lagi kompetitif sebagai merek Volkswagen,” kata Thomas Schäfer, dilansir dari Reuters (28/11).
Walaupun begitu, VW terus berusaha meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Proses ini dinilai sangat penting karena VW Group, perusahaan induknya, akan beralih mobil listrik.
Diketahui, Volkswagen Group memiliki beberapa merek termasuk Porsche, Audi, dan merek aslinya Volkswagen, yang didirikan pada 1937.
Diantara merek-merek pasar massal VW Group, termasuk Škoda, yang berbasis di Republik Ceko dan Seat, yang berbasis di Spanyol, merek VW memiliki volume penjualan tertinggi.
Meski begitu, menurut presentasi perusahaan merek-merek tersebut memiliki margin laba operasional terendah selama tiga bulan pertama tahun ini.
Menurut presentasi investor, VW Group berharap dapat meningkatkan laba atas penjualan merek VW dari 3,6 persen tahun lalu menjadi 6,5 persen pada 2026.
Ada beberapa strategi yang akan dilakukan Pihak VW Group, salah satunya yakni meningkatkan kinerja semua merek di bawahnya dengan diferensiasi yang lebih baik di antara merek-merek tersebut, serta memangkas pemborosan.
Lalu, VW melakukan negosiasi dengan dewan pekerja mengenai skema pemotongan biaya pengeluaran perusahaan.
“Kami akhirnya harus berani dan cukup jujur untuk membuang hal-hal yang diduplikasi di dalam perusahaan atau sekadar pemberat yang tidak kami perlukan untuk mendapatkan hasil yang baik,” ucap Gunnar Kilian, Anggota Dewan Manajemen SDM VW AG.
Ini menjadi langkah awal yang baik bagi perusahaan, untuk meningkatkan efisiensi dalam transisi ke industri mobil listrik.