MCMNEWS.ID | TPAS Cilowong Serang. Dok: istimewa/mediabanten
MCMNEWS.ID – Sampah sampai saat ini masih menjadi persoalan serius di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan sampah yang produksinya diperkirakan mencapai 900 ton perhari.
Persoalan sampah di Kota Tangsel menjadi semakin rumit setelah Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Cipeucang sudah tidak bisa menjadi penampungan sampah.
Pemkot Tangsel sendiri saat ini telah menjalin kerjasama dengan Pemkot Serang untuk menampung sementara sampah dari Tangsel di TPAS Cilowong.
Kerjasama antara Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang dikabarkan akan terjalin selama tiga tahun dengan biaya kompensasi sebesar Rp21,7 miliar.
Janji Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan Terkait Sampah
Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan dalam sesi debat kandidat saat maju dalam kontestasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangsel pada tahun 2020 lalu menjadikan sampah sebagai salah satu persoalan serius yang harus segera diselesaikan.
Salah satu program yang ditawarkan yaitu membangun inovasi teknologi dengan mengolah sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta memperkuat peran Bank Sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) di tingkat RT dan RW.
Informasi terakhir, PLTSa yang rencananya akan dibangun di kawasan TPA Cipeucang dikabarkan tidak mendapatkan rekomendasi dari Asean Development Bank (ADB) selaku konsultan yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.
Hal itu lantaran kawasan TPA Cipeucang tidak memenuhi persyaratan karena terlalu dekat dengan pemukiman warga dan bantaran sungai.
“Kemarin hasil kajian ADB yang terkait Perpres Nomor 35 tahun 2018 itu insenerator waste to energy tidak bisa dilakukan di Tangsel karena aturan terlalu dekat dengan warga, terlalu dekat dengan sungai,” kata Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan.
Lanjut membaca ke halaman berikutnya