MCMNEWS.ID | Walikota Tangsel Benyamin Davnie usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan STBM di wilayah Ciputat. Dok: Andre
MCMNEWS.ID – Sedikitnya sekira 1.800 masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) didapati masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Ironinya, aktivitas tersebut diduga telah terjadi selama bertahun-tahun di kota dengan motto cerdas, modern dan religius ini.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menuturkan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap warga yang didapati masih melakukan aktivitas BABS.
“Sudah cukup lama, (mungkin) ada setahun, dua tahun, (bahkan mungkin) tiga tahun. Kita data, mereka baru mengajukan dan langsung kita intervensi,” kata Benyamin Davnie, Selasa, (7/3/2023).
Benyamin menyebut, di tahun 2023 ini pihaknya merencanakan akan membangun 1800 septic tank untuk warga yang masih melakikan BABS.
“Tahun ini saya membangun 1.800 titik septic tank untuk membantu warga dalam rangka meningkatkan taraf hidup atau kesehatannya,” ungkap Benyamin.
“Selama ini mereka banyak pembuangannya itu ke empang-empang atau ke kolam-kolam ikan lele dan sebagainya, itu kita benahi semuanya,” tegasnya.
Benyamin menuturkan, Kecamatan Setu diketahui menjadi wilayah dengan jumlah masyarakat yang masih melakukan aktivitas BABS di Tangsel.
“Hampir tersebar di semua Kecamatan hanya saja jumlahnya beda-beda. Kecamatan Setu paling banyak,” ungkapnya.
“Saya berharap bahwa masyarakat bisa mengikuti program ini, kemudian melalui RT dan RW sikahkan mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan pembangunan STBM ini,” pungkas Benyamin.