MCMNEWS.ID | Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, dr. Tulus Muladiyono. Dok: eka
MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berharap pendistribusian vaksin dari Provinsi Banten agar lebih maksimal kedepannya.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, dr. Tulus Muladiyono.
Menurutnya, kelancaran pendistribusian vaksin dari Pemerintah Provinsi sangat baik untuk mengejar target 70 persen vaksinasi kepada masyarakat di Tangsel.
“Kami itu tergantung pada pemberian dan distribusi vaksin dari Dinkes Provinsi Banten. Kalau dari sana, rata-rata kita dapat 3000 sampai 5000 dosis. Tapi, datangnya itu terkadang dua hari sekali,” kata dr. Tulus, ditulis Jumat, (15/7/2021).
“Makanya kita punya prioritas pemberian vaksin. Pertama kita kejar di wilayah yang berzona merah, dan seterusnya. Intinya kita mau kejar sampai 70 persen,” lanjutnya.
Tulus mengungkapkan, saat ini pihaknya tetap menargetkan pemberian vaksin di tiap-tiap puskesmas sebanyak 200-300 dosis per harinya. Hingga 13 Juli 2021 lalu, kata Tulus, Kota Tangsel telah berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 227 ribu. Angka tersebut, merupakan pemberian vaksin dosis pertama dan kedua.
“Sampai tanggal 13 Juli kemarin, itu total kita sudah memberikan 227 ribu vaksin kepada masyarakat. Itu dosis pertama dan kedua. Saat ini, puskemas tetap melakukan vaksinasi rutin dengan target 200-300 dosis per harinya. Sekali lagi, kami meminta agar distribusi vaksin dari Dinkes Provinsi Banten dimaksimalkan. Sehingga, rata-rata pemberian vaksin hingga 5000 per hari itu bisa tercapai,” tegas Tulus.
Tulus mengungkapkan, data di setiap puskesmas telah sesuai dengan data yang diterima oleh Dinkes Tangsel. Data tersebut termuat, imbuhnya, rata-rata pemberian vaksin kepada masyarakat hingga 210 dosis setiap harinya.
“Datanya sama kok. Kita dari Dinkes minta ke RT/RW. Mereka (puskesmas) mendata bahwa setiap hari bisa memberikan vaksin rata-rata diangka 140 sampai 210 dosis. Sekarang, kita sudah tidak menggunakan regulasi harus ber-KTP Tangsel. Pokoknya, kita sudah sosialisasikan, di populasi itu, RT/RW memberikan 70 persen data warganya untuk divaksin,” ungkap Tulus.