MCMNEWS.ID | Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin. Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten, Agus Syabarrudin, dikabarkan resmi diberhentikan pada hari ini, Jumat, 2 Desember 2022.
Pemberhentian tersebut dilakukan usai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan kode emiten BEKS tersebut melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Hotel Ratu Horizon, Kota Serang, Jumat (2/12/2022).
Coorporate Secretary Bank Banten, Rahmat Hidayat, membenarkan kabar tersebut. Bahkan dikatakan Rahmat, hampir seluruh jajaran Direktur dan Komisaris Bank Banten dirombak berdasarkan hasil RUPSLB.
Rahmat mengungkapkan, saat ini susunan manajemen Bank Banten hanya menyisakan dua orang sebagai carataker. Kedua orang tersebut yaitu Denny Sorimulia Karim sebagai Direktur Operasional dan Transformasi, serta Muhammad Yusuf sebagai Dewan Komisaris.
“Semuanya diganti dari hasil RUPSLB hari ini. Keputusan itu muncul di pagi hari. Di agenda RUPSLB itu muncul agenda keempat yaitu perubahan susuan manajemen,” kata Rahmat, ketika dihubungi MCMNEWS.ID.
“Bisa disebut semua ganti. Tapi ada carateker dua orang, caretaker-nya pak Deni sebagai Direktur dan pak Yusuf sebagai Komisaris, jadi sisa dua orang,” lanjut Rahmat.
Kabar perombakan susunan manajemen Bank Banten bisa dikatakan sangat mengejutkan. Pasalnya, dibawah nakhoda Agus Syabarrudin, Bank Banten terus menunjukan performa mengesankan usai dinyatakan kembali menjadi Bank sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu yang lalu.
Pada Kwartal III (Q3) tahun 2022, dengan berfokus pada ekspansi di sektor kredit konsumer, Perseroan mampu membukukan peningkatan mulai dari penyaluran kredit, net interest margin (NIM) dan fee based income (FBI).
Dari sisi penyaluran kredit sampai dengan September 2022 perseroan mencatatkan kenaikan kredit menjadi sebesar Rp3,65 Triliun, atau naik Rp566,50 Miliar (18,47%) secara Year on Year (YoY).
Sedangkan dari sisi FBI per september 2022 tumbuh secara signifikan sebesar 171,82% menjadi Rp67,91 Miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp24,98 Miliar. Pendapatan bunga juga tumbuh secara signifikan, yaitu sebesar 58,62% atau menjadi Rp332,15 Miliar, jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp209,41 Miliar.
Pertumbuhan kredit tersebut juga didukung dengan perbaikan kualitas aset Perseroan yang ditandai dengan penurunan rasio non performing loan (NPL) net menurun 2.5% jika dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 4.5% diikuti perbaikan Rasio Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi lebih efisien menurun sebesar 52,41% (YoY).
Selanjutnya, dalam upaya Perseroan menjaga likuiditas dan loan to deposite ratio (LDR) yang ideal, salah satunya dengan menjaga jumlah simpanan yang dikelola Bank, sehingga net interest margin (NIM) dapat meningkat 1,1% (YoY) menjadi sebesar 2.3% dibandingkan posisi yang sama tahun 2021 sebesar 1.2%.
Selain itu pertumbuhan positif dari sisi Dana Pihak Ketiga juga terjadi kenaikan sebesar 33.28% per September 2022 menjadi sebesar Rp3,11 Triliun, dibandingkan posisi September 2021 sebesar Rp2,33 Triliun.
“Pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa fundamental bisnis dan struktur keuangan Bank Banten semakin kuat,” kata Agus Syabarrudin, dalam keterangan tertulis yang diterima MCMNEWS.ID, Jumat, (4/11/2022).
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi bisnis dalam menghadirkan solusi sebagai jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Bisa dibayangkan betapa menjanjikannya prospek bisnis Bank Banten ke depan, jika nantinya pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten sudah bergabung ke Bank Banten, menurut perhitungan kami ada sekurang-kurangnya Rp1,2 Triliun tambahan pendapatan yang dapat dioptimalkan bagi pembangunan di Provinsi Banten setiap tahun,“ pungkasnya.