MCMNEWS.ID – Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Syauqi, menyebut program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran hanya mengikuti dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Syauqi, Pemkot Tangsel harus membuat terobosan baru dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Kota bermotto Cerdas, Modern dan Religius ini.
“Program-program yang disampaikan oleh Walikota tersebut pada prinsipnya bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Dan program tersebut telah dilaksanakan juga di tahun tahun sebelumnya,” kata Syawqi kepada MCMNEWS.ID Rabu malam, ditulis Kamis, (1/9/2022).
Dikatakan Syauqi, Benyamin Davnie selaku Walikota Tangsel juga harus melakukan evaluasi terhadap program-program yang selama ini telah dilakukan.
Pasalnya program tersebut terbukti tidak efektif menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Tangsel. Lanjut Syauqi, hal itu terlihat berdasarkan angka yang menunjukan bahwa kemiskinan dan pengangguran di Kota Tangsel terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Namun nyatanya program yang dilakukan tersebut, berdasarkan data belum berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Tentu Walikota harus mengevaluasi pelaksanaan program yang disebutkan dan mesti (harus, red) dipastikan tepat sasaran,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangsel, Putri Ayu Anisya, menyebut, pemaparan Walikota terkait program pengentasan kemiskinan dan pengangguran terkesan normatif.
Lanjut membaca ke halaman berikutnya