MCMNEWS.ID | Jajaran Bank Banten saat menjelaskan konsep Ekosistem Keuangan Daerah kepada Komisi III DPRD Banten. Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten, Agus Syabarrudin, menyebut, pembentukan peraturan daerah tentang Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) akan semakin membantu penghasilan benefit provinsi Banten.
Demikian dikatakan Agus Syabarrudin, ketika melakukan pertemuan dengan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten, Gembong R Sumedi yang didampingi oleh Indah Rusmiati, Sugianto, Efu Saefullah, Neng Siti Julaiha.
“Pengelolaan keuangan daerah di Banten saya harap kedepannya harus mengutamakan dampak yang optimal bagi masyarakat dan pemda. Perda ini membuat semua pihak yang terlibat baik Pemerintah, Pengusaha, serta masyarakat terhubung lewat sistem layanan jasa keuangan yang dikelola oleh Bank Banten,” kata Agus, ditulis Kamis, (30/12/2021).
“Jika Ekosistem ekonomi daerah Banten yang terjalin antara Pemda bersama segenap pelaku usaha di Banten terkelola dengan baik, maka akan memberikan dampak yang signifikan untuk optimalisasi PAD dan memberikan lebih banyak keleluasaan untuk melakukan pembangunan di Banten,” lanjutnya.
Agus menjelaskan, sebagai pengelola Ekosistem Ekonomi Daerah Banten, performa Bank Banten mencatat pertumbuhan signifikan. Bank Banten mencatatkan total aset per 30 September 2021 sebesar Rp7,21 triliun, meningkat dari posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp5,33 triliun.
Selain itu, dana pihak ketiga tumbuh Rp1,19 triliun dalam rentang waktu lebih kurang lima bulan, dari Rp2,53 triliun per April 2021 menjadi Rp. 3,72 triliun per September 2021.
Kredit per 30 September 2021 mencapai Rp3,15 Triliun, naik sebesar Rp680 miliar atau setara 27,5% dari posisi Juni 2021 senilai Rp2,47 Triliun.
“Adapun interest income per 30 September 2021 mencapai Rp. 209,8 Miliar, naik sebesar Rp78,6 miliar atau setara 60% dari posisi Juni 2021 senilai Rp. 131,2 miliar. Adapun fee based income per tanggal 30 September 2021 mencapai Rp23,9 miliar atau naik Rp11,2 miliar atau setara 89% dibandingkan posisi bulan Juni 2021 (Q2) sebesar Rp12,7 miliar,” terangnya.