MCMNEWS.ID – Pasca Gempa Bumi Cianjur Mahasiswa dan warga lakukan recovery bersama dengan mendaur ulang bekas reruntuhan bangunan yang bisa digunakan kembali.
Mahasiswa bersama sejumlah masyarakat membuat hunian sementara (Huntara) tenda dari terpal dan bambu.
Salah seorang warga, Acing menerangkan, awal mula pembuatan rumah hunian sementara menggunakan material bekas reruntuhan rumah yang bisa dipakai kembali.
“Saya membangun Huntara ini dengan mengumpulkan bekas genteng, kayu dan bilik. Saya juga memilah paku yang masih kuat untuk di gunakan kembali,” terang pak acing, Kamis, (29/12/22).
“Sebelumnya memang ada bantuan dari Donatur untuk warga sini berupa uang 300 Ribu Rupiah untuk pembelian terpal,” tambahnya.
Lanjut Acing, ada pula dari mahasiswa TPT M (Tridharma Perguruan Tinggi Mengabdi) yang juga turut memberikan bilik tambahan untuk bagian samping dan belakangan huntara.
“Sebelumnya memang ada bantuan dari Donatur untuk warga sini berupa uang 300 Ribu Rupiah untuk pembelian terpal,” tuturnya.
“Harapan saya semoga untuk pembangunan ini menjadi tempat huni sementara yang lebih nyaman, sebab proses pembangunan tidak mungkin selesai dalam waktu sebulan. Jadi sambil menunggu biaya yang cukup untuk membangun kembali rumah, saya rasa dengan adanya hunian sementara seperti ini bisa membuat nyaman,” tutup Acing.
Farhan perwakilan mahasiswa dari TPT M juga menambahkan, “ketika kami melakukan giat pembersihan puing-puing pada Rt/Rw 02/06, Kp Babakan Cadot, Desa sukamanah. Kami melihat salah satu warga bernama pak acing sedang melakukan proses pendaur ulangan puing-puing yang masih layak pakai untuk digunakan kembali,” ucap farhan.
Farhan juga menjelaskan, saya melihat kombinasi terpal dengan bekas puing rumah untuk menjadi bahan material hunian sementara. Dan ini menjadi program kami, yang kami namakan penyempurnaan huntara sederhana.
“Selain itu program kami selanjutnya pembangunan rumah berkelanjutan. Sementara 30 unit yang akan menjadi sampling dalam kegiatan sosial TPT M,” ujar farhan.
Diwaktu yang sama, Anggit sebagai perwakilan BEM Se-Riau mengatakan, “apa yang dilakukan pak acing dalam proses pembuatan huntara ini menginspirasi bagi kami, untuk melakukan elaborasi huntara yang ada dengan menambahkan bahan material berupa bilik bambu,” papar anggit.
“Saya rasa ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lainnya, untuk mendaur ulang kembali bekas puing-puing rumah yang masih layak pakai agar digunakan sebagai huntara. sehingga huntara menjadi lebih efektif untuk dihuni,” tandas anggit.