MCMNEWS.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Koalisi Banten Menggugat (KASIBAT), menggelar aksi demonstrasi meminta pertanggungjawaban Gubernur Banten Wahidin Halim yang dinilai telah mencoreng nama baik tanah jawara.
Aksi demonstrasi tersebut dilakukan di depan gerbang Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B).
Aksi mahasiswa menyoroti beberapa kasus korupsi di Provinsi Banten, yang saat ini tengah di tangani oleh kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, diantaranya kasus dana hibah pesantren tahun 2018 dan 2020, kasus pengadaan lahan untuk Gedung Samsat Malingping tahun 2019, dan terbaru kasus pengadaan masker KN95 tahun 2020 yang bersumber dari APBD Provinsi Banten.
Menurut koordinator aksi, Arman Maulana mengatakan di masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy saat ini sedang tidak baik-baik saja, lantaran kasus korupsi merambak dan terus menyebar seperti penyebaran Covid-19.
“Apa yang terjadi di Provinsi Banten tentu menjadi sebuah ironi bagi kita, 3 kasus korupsi menjadi sebuah jawaban bagaimana ketidakbecusan WH dan Andika dalam melakukan reformasi birokrasi dalam lingkungan Pemprov Banten,” katanya saat demontrasi, Kamis (3/6/2021).
Sementara itu pihaknya mempertanyakan bagaimana fungsi dan peran DPRD Banten dalam melakukan pengawasan.
Mahasiswa menganggap sikap legislatif cenderung diam dalam kondisi yang terjadi di Provinsi Banten. Menurutnya, para wakil rakyat harus segera menggunakan hak interpelasi terhadap Wahidin dan Andika sebagai tanggung jawab konstitusional.
“Tentu korupsi uang rakyat hari ini perlu ada tindakan kongkrit dan tegas DPRD Banten harus menggunakan hak interplasi terhadap WH-Andika sebagai tanggung jawab kontitusional,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti terkait pemberian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemprov Banten yang diberikan oleh BPK, dan meminta BPK untuk dapat mengaudit ulang.
“KPK juga harus ikut awasi persoalan Korupsi di Banten bersama Kejati dalam melakukan pembersihan Banten dari Korupsi,” katanya.
Dari hal tersebut, KASIBAT akan terus melakukan pengawalan kasus korupsi di Provinsi Banten.
“Tentunya kami akan menjadi musuh yang nyata bagi para penjahat rakyat
yang melakukan korupsi uang rakyat Banten,” imbuhnya.