MCMNEWS.ID – Selain di kota-kota besar serta beberapa daerah di Indonesia, aksi unjuk rasa mahasiswa juga digelar di Kota Tasikmalaya.
Para mahasiswa melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (8/4) siang. Mereka menuntut pemerintah segera menyelesaikan berbagai masalah.
Massa berdatangan ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya mulai pukul 13.00 WIB. Para demonstran semakin sore terus bertambah.
Sesaat seluruh gabungan mahasiswa tiba di lokasi, terlihat ratusan petugas Kepolisian dari Polresta Tasikmalaya sudah berjaga mengamankan lokasi demonstrasi.
Meski sedang menjalankan ibadah puasa, ribuan mahasiswa lengkap beratribut kampus dan organisasinya mulai merangsek ke depan penjagaan petugas Kepolisian.
Mereka bergantian berorasi dan mencoba menerobos meminta masuk ke gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.
Terjadi beberapa kali cek cok mulut dan aksi dorong-dorongan antara pengunjukrasa dengan petugas Kepolisian.
Namun, Kepala Polresta Tasikmalaya Aszhari Kurniawan yang berada di lokasi berniat ingin menenangkan pendemo sudah tak didengar ribuan mahasiswa yang terus merangsek masuk gedung dewan.
Sebagian mahasiswa juga membakar ban di depan halaman gedung dewan sebagai bentuk kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan rakyat kecil.
Massa yang makin banyak akhirnya masuk ke kawasan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.
Setelah masuk Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, massa memasuk ruang rapat paripurna. Akhirnya, ratusan mahasiswa menguasai ruangan yang biasa dipakai rapat para wakil rakyat tersebut.
Akhirnya, sejumlah mahasiswa naik ke meja dengan membawa pengeras suara, dan membacakan pernyataan sikap.
“Kami mahasiswa Indonesia menolak penundaan pemilu dan tiga periode,” teriak perwakilan mahasiswa itu.
Tak hanya itu, mereka juga menolak pembangunan IKN dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Termasuk, menolak kenaikan PPN dan kelangkaan sembako.