MCMNEWS.ID | Ketua DPR RI Puan Maharani. Dok: ist
MCMNEWS.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan soal fokus terhadap penilaian manfaat dan risiko teknologi baru untuk antisipasi risiko dan ketahanan ekonomi yang lebih besar sesuai pembahasan dalam KTT Ketua Parlemen Perempuan dunia yang digelar di Tashkent, Uzbekistan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri ‘Report of the 14th Summit of Women Speakers of Parliament’.
Menurutnya, parlemen harus menangkap peluang itu untuk mendorong kesetaraan gender yang lebih besar, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membangun dunia yang lebih inklusif.
“Kami prihatin dengan risiko yang ditimbulkan oleh kesenjangan digital yang semakin besar, pelecehan online, berita palsu, ujaran kebencian, dan kekerasan online yang menghambat hak dan kebebasan perempuan dan anak perempuan di mana pun,” kata Puan dalam keterangan persnya, Rabu (12/10/2022).
Oleh karena itu Puan menyerukan agar risiko ini diatasi melalui kebijakan yang menjembatani kesenjangan digital dan melindungi hak-hak perempuan dan anak perempuan secara online.
“Kami juga mendukung pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk secara online. Kami menyoroti pentingnya kepemimpinan parlemen dalam menanggapi risiko tersebut,” paparnya.
Deklarasi Tashkent, yang diadopsi pada akhir KTT, mencerminkan komitmen dari Ketua Parlemen perempuan dunia untuk mengubah institusi masing-masing menjadi parlemen yang peka gender serta memberlakukan undang-undang yang responsif gender.
Legislasi tersebut akan merespons soal peningkatan risiko yang melindungi hak dan kebebasan kelompok rentan perempuan dan anak perempuan di mana pun.
“Saya tahu kami dapat mengandalkan Anda semua untuk mendorong agenda penting ini bersama kami,” ucap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.
“Ini bentuk dukungan Indonesia kepada Rwanda untuk dapat bersama-sama hadir dan membahas isu-isu yang akan dibahas dalam IPU kali ini,” tutupnya.
Pada Sidang Umum IPU ke-145 sendiri, Ketua DPP PDI Perjuangan itu banyak berkomunikasi dengan anggota-anggota parlemen dari berbagai negara.
Ia mengatakan, kehadirannya langsung pada forum parlemen internasional itu sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada Rwanda mengingat Rwanda juga memberikan dukungan kepada Indonesia saat menjadi tuan rumah Sidang IPU ke-144.