MCMNEWS.ID – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertamu ke kantor Partai NasDem untuk menemui Surya Paloh, Rabu (1/6). Pertemuan itu diklaim tak punya agenda khusus, hanya makan siang bersama.
Prabowo mengatakan tak ada agenda khusus dalam pertemuan hari ini. Menurutnya, ia hanya diundang oleh kawan lama untuk makan siang.
“Tidak ada agenda khusus, saya diundang kawan saya. Ya saya datang, makan siang,” kata Prabowo kepada wartawan sebelum memasuki NasDem Tower.
Prabowo mengenakan baju batik tiba di NasDem Tower pada pukul 11.50 WIB, Prabowo hadir didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berlangsung cukup lama dengan durasi waktu empat jam lebih.
Dia melakukan pertemuan tertutup dengan Surya Paloh dan baru keluar pukul 16.30 WIB.
Prabowo mengaku antara dirinya dengan Surya Paloh memiliki banyak kesamaan dalam memandang pembangunan bangsa Indonesia ke depan. Namun, ketika disinggung soal koalisi partai yang dipimpinnya, Prabowo menjawab diplomatis.
“Iya, tapi kan beliau pemimpin partai. Saya kan pemimpin partai. Kita kan tidak bisa bertindak, karena kita teman lalu kita atur sendiri-sendiri kan tidak bisa,” kata Prabowo usai pertemuan.
“Beliau punya konstituen, saya punya konstituen. Kita kan bertanggung jawab ya pak ya terhadap partai kita,” imbuhnya menekankan.
Prabowo juga menambahkan bahwa NasDem dan Gerindra memiliki komitmen tinggi untuk membangun bangsa dan menjaga keutuhan NKRI.
“Tetapi bahwa kita komit, apapun terjadi, kita komit bersama-sama menjaga Pancasila, menjaga keutuhan RI. Jadi kita tidak hanya untuk pemilu, kita lebih dari itu,”tutupnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bernostalgia bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ketika bersama-sama menjadi kader Partai Golkar.
Jika Gerindra dan NasDem akan berkoalisi maka cukup kuat, jumlah kursinya mencapai angka 137 kursi dengan perincian Gerindra sebanyak 78 kursi dan Nasdem sebanyak 59 kursi. Jumlah tersebut telah melebihi syarat presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden 20% di DPR.