MCMNEWS.ID | Walikota Tangsel, Benyamin Davnie. Dok: Andre Pradana
MCMNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan tengah menyiapkan berbagai langkah guna memperbaiki kualitas udara di Tangsel.
Hal itu dilakukan guna menyikapi maraknya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kota Tangsel masuk kedalam Kota dengan kualitas udara terburuk se Indonesia.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, pihaknya akan menggelar berbagai program, salah satunya kampung iklim untuk mengajak masyarakat menanam pohon.
Selain itu, lanjut Benyamin, pihaknya juga akan meningkatkan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan menggalakan pengujian emisi gas buang pada kendaraan bermotor.
“Kita juga (akan) meningkatkan ruang terbuka hijau dan kapasitasnya dengan ekstensifikasi penanaman pohon-pohon pelindung,” kata Benyamin, dalam keterangan yang diterima MCMNEWS.ID, ditulis Selasa (15/8/2023).
Tak cukup itu saja, Pemkot juga terus melakukan pemantauan menggunakan alat yang terakreditasi yakni HVAS (High Volume Air Sampler) dan dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional).
Pemantauan tersebut dilakukan di 12 titik dengan metode masive sampler dan ada 12 titik. Tak hanya di situ, monitoring secara riil time dari Sistem Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) yang berlokasi di Taman Kesehatan juga akan terus dilakukan.
“Terkait keadaan polusi udara, kita juga bertanggungjawab mengedukasi masyarakat. Bahwa keadaan udara tidak hanya diukur dengan partikuler meter kemudian mengambil kesimpulan,” pungkasnya.
Sebelumnya Walikota Tangsel, Benyamin Davnie sempat membantah bahwa kualitas udara di Kota Tangsel masuk kedalam klasifikasi buruk.
Bantahan terkait kualitas udara buruk diutarakan Benyamin Davnie sesuai mengikuti Rapat Paripurna di gedung DPRD pada Kamis, (10/8/2023).
Orang nomor satu di Kota Tangsel itu mengklaim bahwa kualitas udara di Tangsel masih aman karena masuk kedalam klasifikasi sedang dengan nilai 94.
Padahal disisi lain, situs pemantau kualitas udara IQAir menempatkan Tangsel sebagai kota dengan kualitas terburuk se Indonesia dengan nilai 173 atau masuk kedalam kategori tidak sehat.
“Alhamdulillah sampai dengan hari ini saya ada datanya kok, jadi sebetulnya data (kualitas udara, red) kita bagus. Kualitas udara kita sedang dengan nilai 94, kualitas udara sudah biru,” kata Benyamin.