MCMNEWS.ID – Sinyal dukungan Effendi Simbolon terhadap Prabowo Subianto berujung pemanggilan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDI-P) ke Kantor DPP PDI-P Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (10/7/2023).
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun menyatakan bahwa telah memberi peringatan kepada Effendi Simbolon menyusul pernyataannya yang mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024 saat Rakernas Marga Simbolon.
“Itu yang saya warning dia di dalam. ‘Ketika kau menjadi anggota partai, maka seluruh kebebasanmu diatur oleh partai, tidak bisa lagi sebebas-bebas. Kalau mau bebas ya jangan di partai,’ begitu,” ujar Komarudin.
Komarudin pun mengungkapkan tak mempermasalahkan undangan kepada Prabowo dalam Rakernas Marga Simbolon. Namun, dukungan terhadap Prabowo sebagai Nahkoda RI yang tepat di 2024 jadi sumber masalah. Dikarenakan PDIP telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden sejak 21 April lalu.
“Yang menjadi masalah itu ketika si Effendi menyatakan pemimpin yang tepat yang sekarang dibutuhkan adalah si Prabowo, itu yang menjadi masalah,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan belum bisa menyimpulkan mengenai perbuatan Effendi sebagai hal yang melanggar aturan sehingga ada potensi sanksi.
Hasto menyebut PDIP selama ini memiliki dua mekanisme dalam penyelesaian masalah kader. Pertama, melalui rapat dan kemudian teguran serta klarifikasi. Kedua, penyampaian klarifikasi dan ditindaklanjuti dengan rapat DPP.
Hasto mengatakan Effendi juga tetap tegak lurus mengikuti arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
“Dan akan berjuang di dalam memenangkan Pak Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung oleh PDIP,” ujar Hasto
Ketika awak media menanyakan kepada Effendi setelah klarifikasi, apakah ia patuh mengikuti arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024, ia hanya mengiyakan sambil berjalan masuk ke mobil.
“Iya, merdeka,” ujar Effendi sembari tertawa.