MCMNEWS.ID – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR Achmad Baidowi menegaskan bahwa Komisaris Utama, Basuki Tjahaja Purnama, harus bertanggungjawab dan mundur pasca kebakaran di kilang minyak Pertamina.
Sekretaris Fraksi PPP Komisi VI DPR RI tersebut menyesalkan pengawasan pimpinan PT Pertamina (Persero) yang tidak belajar dari banyak kesalahan terdahulu.
“Semua kecelakaan yang berulang ini menunjukkan bahwa jajaran direksi dan komisaris yang dipimpin Dirut Nicke Widyawati dan Komut Basuki Tjahaja Purnama tidak mampu mengendalikan sistem keamanan pada fasilitas Pertamina,” katanya.
“Sehingga menurut keduanya perlu mengundurkan diri, jika tidak Menteri BUMN diminta mencopot mereka dari posisi yang sedang dijabat,” lanjut Baidowi menambahkan.
Kebakaran kilang minyak Pertamina terjadi lagi di Kota Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (01/04/2023) malam WIB.
Padahal baru bulan lalu kilang Pertamina Plumpang, Jakarta Utara terbakar yang mengakibatkan banyak korban masyarakat, baik yang meninggal maupun luka-luka.
Belum lagi, kilang minyak di Balongan, kilang minyak di Cilacap, hingga kilang minyak di Balikpapan juga pernah terbakar.
Dan oleh karena itu, Baidowi menyesalkan Pertamina yang seolah tidak belajar dari banyak kesalahan, sehingga kembali mengalami kebakaran kilang minyak.
“Jika belum dicopot, Dirut dan Komut Pertamina harus mundur dari posisinya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas ketidakmampuannya mengelola sistem keamanan pada fasilitas Pertamina,” ucap.
“Akibatnya hingga mengakibatkan kebakaran yang terus berulang. Keduanya dinilai tidak mampu menghadirkan solusi dalam hal keamanan aset,” cetus Baidowi menambahkan.
Selain itu, Baidowi juga menilai kebakaran yang terus terjadi menunjukkan lemahnya sistem keamanan pada aset dan fasilitas Pertamina.
Pertamina lemah dalam menjalankan aspek Health, Safety, Security, dan Environment (HSSE), padahal aset-aset Pertamina merupakan aset yang strategis dan mempunyai risiko tinggi.
“Fraksi PPP kembali mendesak untuk dilakukannya audit, evaluasi, dan perbaikan yang menyeluruh pada sistem keamanan di semua aset dan fasilitas Pertamina untuk mencegah terulangnya kebakaran di masa mendatang,” pungkas Baidowi.