MCMNEWS.ID | Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Carsono. Dok: Andre
MCMNEWS.ID – Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Carsono, menyebutkan beberapa faktor yang dapat menyebabkan kualitas udara menjadi buruk.
Dikatakan Carsono, salah satu penyebab kualitas udara buruk lantaran banyaknya jumlah kendaraan yang berada di Kota Tangsel.
Gas buang emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan disebut-sebut turut berkontribusi dalam memperburuk kualitas udara.
“Itu sepertinya (penyebab kualitas udara buruk, red) dari gas buang kendaraan. Solusinya harus dilakukan uji emisi, bagi kendaraan-kendaraan yang tidak memenuhi syarat harus dilakukan perbaikan,” kata Carsono, ditulis Rabu, (16/8/2023).
Selain itu, Carsono menuturkan, minimnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tangsel juga turut menjadi indikator kualitas udara menjadi buruk.
Dijelaskan Carsono, RTH memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara di suatu wilayah. Pasalnya, tanaman yang berada di RTH berfungsi menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen yang baik untuk kehidupan.
“Memang zona hijau itu sifatnya reduksi yaa, yang tugas tanamannya bisa merubah udara menjadi oksigen yang baik,” ungkapnya.
Ia pun tak menampik bahwa ketersediaan RTH di Kota Tangsel masih sangat minim dari ketentuan Undang-Undang yang mengharuskan 30 persen dari luas suatu wilayah.
“Kalau secara inventarisasi, Tangsel itu masih kurang dari 30 persen (ketersediaan RTH),” pungkaa Carsono.