MCMNEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) wanti-wanti kepada jajarannya bahwa rakyat tidak boleh ada yang kelaparan atau tidak bisa makan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi pers bersama secara virtual, Senin (12/07/2021).
Pemerintah akan membagikan beras gratis bagi masyarakat terdampak PPKM Darurat. Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pembagian beras itu akan dilakukan oleh TNI dan Polri.
“Perintah Presiden Jokowi, tidak boleh rakyat kelaparan. Semua harus makan. Semua titik-titik yang kekurangan beras dan pangan akan diberikan presiden yang 5 kg dan 10 kg,” ujar Luhut.
Luhut menyampaikan pemerintah akan membagikan 11.212 ton beras untuk bantuan sosial selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.
Menko Kemaritiman dan Investasi itu menjelaskan, beras gratis yang dibagikan ada dalam kemasan 5 kg dan 10 kg. Pembagian beras itu dilakukan, menurutnya karena Presiden Jokowi memerintahkan tidak boleh ada rakyat yang kelaparan.
“Perintah Presiden, tidak boleh rakyat sampai kelaparan atau tidak makan. Jadi, semua titik-titik yang memungkinkan ada kekurangan pangan atau kekurangan beras akan dibagikan oleh TNI (dan Polri) dan akan mulai berlaku mungkin hari Rabu (15/07/2021) ini. Ada yang lima kilogram dan sepuluh kilogram,” ujarnya.
Data mengenai masyarakat miskin di Indonesia khususnya Jawa – Bali ada sebanyak 14,84 juta jiwa dengan target coverage mencapai 30 persen.
Nantinya, jumlah keluarga yang akan mendapatkan bantuan beras ada sebanyak 1,21 juta keluarga atau sekitar 4,4 juta jiwa. Kebutuhan beras mencapai 11.212 ton dengan biaya mencapai Rp117,7 miliar.
Sementara itu, kata dia, pemerintah juga akan meluncurkan pendistribusian 300 ribu paket obat terapi Covid-19 kepada pasien tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan pada Rabu (14/7) pekan ini.
“Presiden sudah memutuskan tadi, mulai Rabu nanti, Minggu ini kita akan launching ada 300.000 paket obat untuk OTG dan untuk kelas-kelas penyakit yang masih tidak serius,” ujar Menko Luhut.
Ia mengatakan paket obat tersebut akan menjangkau 210.000 kasus aktif pasien COVID-19. Aparat TNI juga akan turut terlibat untuk menyalurkan paket obat penanganan COVID-19 tersebut.
Bantuan paket obat tersebut akan diberikan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Distribusi paket obat kepada pasien akan dilakukan TNI melalui Kesdam di masing-masing daerah, dan sejumlah unsur lainnya.
“Ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Ini akan dibagikan oleh TNI bersama elemen-elemen lain. Prosedur sudah disusun sehingga itu bisa jalan,” pungkasnya.