MCMNEWS.ID | Eks Politisi Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaean. Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Langkanya obat terapi Covid-19 di sejumlah apotek diduga terdapat praktek penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut terjadi ketika Presiden Joko Widodo melakukan sidak obat terapi Covid-19 beberapa waktu lalu di Apotek yang berada diwilayah Bogor.
Menanggapi hal itu, Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaean, meminta Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk tim audit untuk menelusuri kelangkaan obat terapi Covid-19.
Pasalnya, jelas Ferdinan, menelusuri dugaan adanya penimbun obat tidaklah sulit, hal itu karena adanya data pendistribusian setelah obat di produksi.
“Untuk menelusuri apakah ada penimbunan atau tidak sebetulnya bukan hal sulit. Ini kan datanya ada, diproduksi oleh BUMN, dari produksi didistribusikan kemana, yang menerima siapa dan setelah itu data penjualan kan bisa dicek diapotiknya,” kata Ferdinan kepada Mcmnews.id, ditulis Minggu, (25/7/2021).
“Ini mudah untuk diusut kalau mau. Sayangnya kita ini lebih suka riuh dengan debat dan bantah lisan. Kalau saya, saya akan minta dilakukan audit mulai dari produksi hingga distribusinya dan penjualannya. Semua pasti ada datanya,” lanjutnya.
Dikatakan Ferdinan, jika audit dilakukan, kalaupun ada oknum penimbun pasti akan ketahuan pelakunya.
“Saya berharap dan sarankan kepada Presiden agar membentuk tim khusus untuk melakukan audit ini, kerjasama dari Kementerian BUMN, BPK dan Kepolisian, ini pasti akan selesai masalahnya,” terangnya.
Kendati demikian, menurut Ferdinan, kelangkaan bisa terjadi karena panic buyying yang dilakukan oleh masyarakat beberapa waktu lalu.
“Tapi bisa saja bukan karena penimbunan, tapi karena memang barang habis (dibeli masyarakat, red). masyarakat yang tidak sakit banyak membeli dari apotek untuk persediaan jaga-jaga dirumah,” tuturnya.
“Dugaan saya sih lebih kepada barang ini nganggur dirumah warga sebagai persediaan disimpan,” tandasnya.