MCMNEWS.ID – PDIP membantah terlibat aksi kerusuhan saat terjadinya aksi demonstrasi di Jakarta dan beberapa daerah lainnya pada akhir Agustus dan awal September lalu. Selaku pemenang pemilu legislatif, demonstrasi ke parlemen justru seperti membakar kandang sendiri.
“Dengan tuntutan bubarin DPR apalagi sampai rusuh? Ini seperti “membakar kandang sendiri”,” kata Juru Bicara PDIP Guntur Romli kepada wartawan Jumat (19/9/2025).
Menurut Guntur, PDI Perjuangan tetap memastikan sikap politiknya untuk senantiasa konsisten berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meski Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo bersama 1.116 orang lainnya.
“Sekjen mengucapkan mengapresiasi dan berterima kasih pada Presiden Prabowo,” tuturnya
Sikap politik ini sesuai dengan keputusan Rakernas 2024 yang diperkuat di Kongres 2025.
Guntur juga menjelaskan kehadiran Ibu Ketua Umum DPI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada konferensi pers bersama Presiden Prabowo & ketua-ketua umum parpol baik di dalam & di luar Pemerintahan 31 Agustus sebagai dukungan kepada Presiden untuk mengendalikan situasi.
Guntur lantas menyinggung posisi Budi Gunawan yang dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dari kursi Menkopolhukam.
Menurutnya, Budi Gunawan bukanlah kader PDIP. Guntur pun meminta semua pihak tidak mengkaitkan sosok Budi Gunawan, PDIP dengan kerusuhan yang terjadi di beberapa titik.
“Beliau dipilih karena prerogatif Presiden & di-reshuffle juga karena prerogatif Presiden. PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan dan tidak terkait reshuffle,” ujarnya.
Kemudian, Guntur juga menyoroti kedatangan Adian Napitupulu di RSCM seusai Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis Brimob.
Menurutnya, kedatangan Adian bukan sebagai simbol dukungan terhadap demonstran melainkan membantu pengurusan pengobatan almarhum Affan Kurniawan.
“Juga bela-rasa Adian dengan kawan-kawan ojol yang selama ini sama-sama bergerak menuntut pemotongan biaya aplikator dari 20% menjadi 10%,” katanya.
Lebih jauh Mohamad Guntur Romli membantah tuduhan PDI Perjuangan terlibat dengan kerusuhan akhir Agustus lalu.
Tuduhan ini merupakan “informasi sesat” dan upaya untuk mencari “kambing hitam”.
Pasalnya, pola kerusuhan yang terorganisir & terlatih memantik dugaan kuat adanya pertarungan elit-elit yang memegang kekuasaan & komando.
Guntur mengatakan bahwa PDIP justru menjadi korban. Alasannya, dua kader PDIP tewas di Makassar saat demonstran membakar kantor DPRD setempat.
“Di tengah tuduhan fitnah itu, PDI Perjuangan tetap konsisten di luar pemerintahan & setia bersama rakyat,” katanya.