MCMNEWS.ID – Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh penyebaran bukti percakapan WhatsApp yang menyeret nama Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dalam tangkapan layar yang viral tersebut, muncul tuduhan serius yang dialamatkan kepada Ketua BEM UMJ terkait dugaan negosiasi uang dengan oknum pejabat. Imbalannya, rencana aksi demonstrasi yang telah disusun akan dibatalkan.
Menanggapi bola panas yang bergulir di masyarakat, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan meminta pihak kampus tidak tinggal diam. Direktur LBH Keadilan, Nurbayu Susandra, menekankan pentingnya respons cepat dari jajaran Rektorat UMJ untuk membedah fakta di balik pesan singkat tersebut.
Sandra, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa meskipun validitas hukum dari tangkapan layar tersebut masih menjadi tanda tanya, keterbukaan informasi dari pihak universitas sangatlah krusial untuk meredam spekulasi.
“Rektor UMJ sebaiknya segera memberikan klarifikasi. Hal ini sangat penting agar semuanya menjadi jelas dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” tegas Sandra, Jumat (09/01/2026).
Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa
LBH Keadilan menilai langkah klarifikasi bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan upaya menjaga kehormatan institusi pendidikan serta melindungi marwah gerakan mahasiswa agar tidak tercemar oleh isu miring.
Sandra memaparkan ada dua kemungkinan yang perlu ditelaah lebih dalam melalui investigasi internal: apakah benar terjadi praktik menyimpang oleh oknum mahasiswa, atau justru ini merupakan skenario sistematis untuk membungkam daya kritis mahasiswa.
“Kita harus melihat ini secara jernih. Apakah benar ada oknum yang bermain, atau ini sebenarnya hanyalah upaya penggembosan terhadap gerakan mahasiswa yang tengah kritis menyuarakan isu-isu rakyat, seperti masalah sampah yang disebut dalam pesan tersebut,” pungkasnya.