MCMNEWS.ID | Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Teguh Prasetyo. Dok: Humas DKPP
MCMNEWS.ID – Usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, para penyelenggara diminta untuk tetap mensosialisasikan filsafat pemilu sebagai fondasi etik penyelenggara pemilu.
Demikian dikatakan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Teguh Prasetyo, saat memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) di Kantor Bawaslu Sumut, Medan, Jumat (11/12/2020) malam.
Menurutnya, penyelenggara pemilu harus paham pentingnya filsafat pemilu dalam pelaksanaan Pilkada.
“Menanamkan fondasi etik yaitu filsafat Pemilu. Pijakan moralitas atau etik, dari sanalah akan terbentuk penyelenggara Pemilu dan Pilkada yang bermartabat,” kata Teguh, dikutip dari website dkpp, Sabtu, (12/12/2020).
Teguh menjalaskan, filsafat pemilu merupakan nilai-nilai dasar kepemiluan yang merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, hal ini harus dipegang oleh penyelenggara pemilu agar pesta demokrasi di tanah air yang akan datang tetap berintegritas dan bermartabat.
Lanjut Teguh, nilai-nilai ini harus dipegang kuat agar penyenggara pemilu tidak terjebak dan tergoda oleh kepentingan kontestan atau pihak lain yang ingin merusak pemilu dengan praktik-praktik curang.
“Penyelenggara pemilu juga harus berpijak pada nilai-nilai. Tanpa pijakan filsafat, maka akan mudah digoda,” pungkasnya.