MCMNEWS.ID – Hari Raya Idul Adha tidak lama lagi akan segera datang, momentum potong dan juga memasak daging kurban sudah pasti adalah hal yang paling ditunggu oleh sebagian masyarakat di Indonesia.
Namun, pada hari raya kurban tahun ini, kita semua justru dibuat khawatir. Karena meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ada kekhawtiran, kita akan ikut tertular jika mengkonsumsi daging hewan kurban yang terindikasi PMK.
Sekedar informasi, PMK adalah penyakit yang menyerang hewan seperti sapi, kerbau, babi, kambing dan domba. Dan saat ini, Wabah penyakit PMK sedang gencar menyerang hewan ternak di berbagai wilayah Indonesia.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengonfirmasi wabah PMK itu ditemukan seperti di Kabupaten Aceh, Jawa Timur dan 3 kabupaten di Jawa Tengah.
Bahkan berdasarkan informasi terbaru, wabah PMK sudah menjangkit kawasan kota Tangerang sampai Rembang.
Akibat wabah ini, timbulah kekhawatiran masyarakat saat hendak mengonsumsi daging kurban seperti sapi atau kambing yang rentan terinfeksi PMK.
Apakah benar hewan ternak seperti sapi atau kambing yang terinfeksi PMK masih dapat dikonsumsi?
Dalam hal ini, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, sudah menjelaskan bahwa daging sapi yang terkena PMK ternyata bisa untuk dikonsumsi oleh manusia, namun ada beberapa bagian tubuh hewan yang memang harus dihindari.
“Daging hewan yang terkena, dengan prosedur tertentu masih bisa dikonsumsi oleh manusia, masih aman dikonsumsi,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian Jakarta, beberapa waktu lalu, ditulis Sabtu (18/6/2022).
Lanjutnya, untuk beberapa potongan hewan ternak yang tidak boleh dikonsumsi apabila positif terinfeksi PMK antara lain bagian kaki dan organ dalam atau jeroan. Bagian mulut, seperti bibir dan lidah, juga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.
Dikutip dari laman undip.ac.id, drh Dian Wahyu Harjanti, PhD, Koordinator Tim Satgas Pengendalian PMK dari Universitas Diponegoro, juga menjelaskan bagian sapi yang paling aman jika hewan tersebut terinfeksi PMK adalah dagingnya.
Ia memaparkan, setelah hewan ternak disembelih terjadi proses rigor mortis yang mengakibatkan pH daging turun di bawah 5,9.
Penelitian menunjukkan pada kadar pH di bawah 5,9 virus penyebab PMK tidak lagi aktif. Jika sapi sudah dipotong, bagian paling aman dikonsumsi adalah daging.
Sementara untuk organ seperti sumsum tulang, kepala, tulang, limfoglandula (bagian di area pinggul) dan jeroan lebih baik dipisahkan dari daging.
“Tidak semua sapi yang disembelih, semua organnya bisa dikonsumsi. Sapi yang terinfeksi juga ada yang tidak menunjukkan gejala klinis atau bahasa kedokterannya adalah ‘sub-klinis’ atau mungkin memang belum sampai onset-nya (menunjukkan gejala). Seperti yang kita ketahui onset-nya bisa sampai 14 hari,” jelas drh Dian.