MCMNEWS.ID – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, anjurkan masyarakat menghindari tanggal-tanggal yang berpotensi menjadi puncak arus mudik dan arus balik di tahun 2024 ini.
Berdasarkan hasil survei, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi ada sekitar 193,6 juta orang yang akan mudik pada Lebaran 2024.
Pemerintah pun mengupayakan lalu lintas di seluruh ruas jalan agar dapat efektif dan efisien digunakan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Angka tersebut meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Selasa (2/4/2024)
Untuk tanggal-tanggal krusial, Kemnhub prediksi puncak mudik nasional terjadi pada H-2 atau Senin 8 April 2024 sebanyak 26,2 juta orang (13,7%), lalu H-4 pada Sabtu 6 April 2024 sebanyak 23,2 Juta orang (11,98%) serta H-3 atau Minggu 7 April 2024 sebanyak 23,1 Juta orang (11,94%).
“Kemarin kami roadshow ke Jabar, Jateng untuk menyampaikan pesan pemerintah kepada Kapolres, Dandim, Kadishub kelihatannya hari H tanggal 10-11 April puncaknya H-4, H- 3 dan H-2 anjuran kita H-5 dan seterusnya itu prefer dilakukan, sebaliknya pulang (arus balik) lebih akhir.
“Libur anak-anak pada 4-16 April, jadi memungkinkan kepulangan lebih awal dan kembalinya lebih akhir, ini juga membangkitkan ekonomi di daerah,” katanya.
Sementara itu prediksi puncak balik nasional ada di H+3 atau Minggu 14 April 2024 sebanyak (40,99 Juta Orang) 21,16%.
Sedangkan khusus di Jabodetabek prediksi puncak Mudik ada di H-4 atau Sabtu 6 April 2024 sebesar 5,20 Juta (18,28%) serta prediksi puncak arus balik di Jabodetabek pada H+3 atau Minggu 14 April 2024 sebesar 6,12 Juta (21,52%).
“Pada tahun 2024, moda darat masih menjadi konsentrasi transportasi mengingat penggunaan mobil pribadi, bus di jalan tol maupun non tol masih dominan,” ujar Budi Karya.
Dengan prediksi kepadatan mudik lebaran 2024, Menhub pun juga sudah melakukan persiapan, seperti angkutan lebaran 2024 yang telah dilakukan secara matang melalui koordinasi lintas sektor.
Lalu dengan infrastruktur yang sudah terbangun serta kerjasama antar Kementerian/Lembaga, seluruh operator transportasi, serta berbagai pihak terkait, diharapkan dapat tercapai angkutan lebaran yang selamat, aman, dan nyaman.
“Kita mengusung slogan ‘Mudik Ceria Penuh Makna’ dan ini menjadi do’a kita semua agar perjalanan berjalan dengan baik, masyarakat mudik dengan selamat, aman, ceria dan bermakna,” tutur Menhub.