MCMNEWS.ID | Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany. Dok: Andre Pradana
MCMNEWS.ID – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, enggan memberikan komentar terkait acara pemberian santunan di seluruh Kelurahan yang ada di Kota Tangsel.
Kegiatan yang disebut-sebut masih rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel Ke-12 itupun diminta oleh beberapa pihak untuk ditunda setelah hari pencoblosan 9 Desember 2020.
Hal itu lantaran, acara tersebut diduga menguntungkan salah satu pasangan calon (paslon) kandidat Pilkada Tangsel.
“(Untuk komentar) Sama pak Apendi (Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan, red). Jangan (statement) saya mah,” kata Airin kepada Mcmnews.id, di Kelurahan Ciputat, Jumat, (4/12/2020).
Ketika mintai tanggapan soal dugaan adanya kepentingan dalam acara santunan tersebut, Airin pun membantahnya.
“Niat baik Insya Allah hasilnya (juga) baik,” tutur Airin.
Airin mengungkapkan, bahwa dirinya akan ‘roadshow‘ ke seluruh Kelurahan yang ada di Kota Tangsel. Dirinya pun telah meminta Panitia Pengawas (Panwas) untuk melakukan pengawasan.
“Iya (saya akan roadshow ke seluruh Kelurahan), saya sudah minta Panwas mengawasi kok,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syawqi, telah meminta agar acara seremonial menjelang pencoblosan ditunda terlebih dahulu.
Menurut Syawqi, dengan ditundanya acara seremonial semacam itu, maka pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan bisa berjalan dengan demokratis dan bermartabat
“Kami bukan tidak mendukung program pemberian santunan tapi kami meminta Pemkot Tangsel sensitive dan menunda kegiatan tersebut hingga Setelah Hari Pencoblosan. Kami menduga program tersebut bisa menguntungkan salah satu calon dan merugikan calon lain,” kata Syawqi, beberapa waktu lalu, Kamis, (3/12/2020).