MCMNEWS.ID | Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie Bersama sembilan anggota Komisi Reformasi Polri.
MCMNEWS.ID – Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian menggelar rapat perdana di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 10 November 2025.
Rapat berlangsung tertutup selama dua jam dan dihadiri seluruh anggota komisi.
“Sampai jam 3, jadi dua jam, tim percepatan reformasi Polri mengadakan rapat perdana, lengkap dihadiri 10 orang, masing-masing sebagaimana sudah diketahui,” kata Jimly dalam konferensi pers, Senin.
Ia menyebut, rapat pertama membahas arah kerja dan rencana kebijakan yang akan disusun dalam tiga bulan ke depan.
“Hari ini kami membahas mengenai cara kami bekerja selama tiga bulan. Harapannya, selama 3 bulan nanti kita akan melaporkan, merekomendasikan kebijakan-kebijakan yang perlu ditempuh, yang nanti keputusannya ada di tangan Presiden,” kata Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, di Gedung Utama Mabes Polri, Senin (10/11/2025).
“Jadi hasilnya nanti yang sifatnya kebijakan ke depan itu kita lapor ke Presiden. Untuk hal-hal quick win itu yang berkaitan dengan masalah-masalah internal polisi itu kita rekomendasikan ke internal polisi,” sambungnya.
Jimly menjelaskan, komisi akan menggelar rapat rutin setiap minggu untuk mempercepat proses kajian.
Sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri hadir lengkap dalam rapat perdana itu. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan periode 2019-2024 Mahfud MD.
Turut bergabung juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri 2019–2021 Idham Aziz, Kapolri 2015–2016 Badrodin Haiti, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan Ahmad Dofiri.