Tulisanmu – Ketika berbicara tentang sosok yang paling berpengaruh dalam hidupku, Bunda selalu menjadi tokoh utama dalam cerita itu. Bunda bukanlah sosok yang sempurna, namun kasih sayang dan pengorbanannya telah membentuk siapa diriku hari ini. Setiap detil dari kehidupannya, dari perjuangan hingga kehangatan yang dia berikan, selalu menjadi inspirasi tak terhingga bagiku.
Aku masih ingat bagaimana setiap pagi Bunda selalu bangun lebih awal, bahkan sebelum matahari terbit. Di dapur yang kecil itu, Bunda memulai harinya dengan menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga. Tangannya yang cekatan memotong sayur, menggoreng telur, dan menanak nasi dengan penuh cinta. Suara gemericik air dan denting sendok garpu yang bertemu menjadi musik pengantar hari-hariku. Dalam kesunyian pagi, aku sering melihat Bunda yang sibuk namun selalu tampak tenang dan penuh keikhlasan.
Tak hanya di dapur, Bunda juga selalu ada untuk setiap kebutuhan kami. Ketika aku sakit, Bunda adalah orang pertama yang menemaniku di sisi ranjang, memastikan aku mendapatkan obat dan makanan yang tepat. Bunda merawatku dengan penuh kasih sayang, membisikkan doa-doa dan kata-kata penghiburan di telingaku. Meski sering kali lelah, Bunda tak pernah mengeluh. Baginya, kebahagiaan kami adalah kebahagiaannya.
Perjalanan hidup Bunda penuh dengan liku-liku yang tak mudah. Lahir dari keluarga yang sederhana, Bunda harus bekerja keras sejak muda untuk membantu keluarganya. Pendidikan yang Bunda terima pun tak setinggi harapan nya karena keterbatasan ekonomi. Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat. Bunda selalu bercerita bahwa kesulitan adalah guru terbaik yang mengajarkan arti kesabaran dan keteguhan hati.
Dalam segala keterbatasannya, Bunda selalu mengutamakan pendidikan kami, anak-anaknya. “Kalian harus lebih baik dari Bunda,” katanya saat berbincang dengan mata berbinar. Ia ingin aku dan adik-adikku meraih mimpi yang mungkin tak sempat Bunda gapai. Bunda juga bekerja tanpa kenal Lelah membantu ayah menaikan ekonomi, mengorbankan waktu dan tenaganya demi masa depan kami. Bunda selalu bilang, melihat kami berhasil adalah kebanggaan terbesarnya.
Bunda juga selalu mengajarkan kami tentang pentingnya bersyukur. “Meski hidup ini kadang sulit, selalu ada alasan untuk bersyukur,” katanya. Dalam setiap kesederhanaan, Bunda selalu menemukan kebahagiaan. Saat malam hari, saat kami menonton televisi bersama kami tertawa, atau saat mendengar kabar baik dari kami. Kebahagiaan Bunda adalah hal-hal kecil yang sering kali terabaikan oleh orang lain.
Aku adalah anak pertama dari kedua orang tuaku, kala aku masih kecil dan aku diberi sakit oleh tuhan yaitu “Step” atau panas yang tinggi mengakibatkan kejang-kejang. Bunda selalu menangis pada saat itu, karena takut anak pertamanya tiada. Badan ku yang seluruh tubuh membiru dan sudah dibacakan surah Yasin itu selamat karena sang dewi penolong
Tetanggaku yang mendengar suara pengajian menuju ke arah suara itu menghampirinya, Ketika sampai di suara yang Bunda dengar, Bunda juga melihat ku yang sedang di gendong dengan tubuh yg membiru dan lemas. Tetanggaku langsung mengambil ku dari gendongan Bunda yang sudah lemas, lalu Bunda membawa ku langsung ke rumah sakit.
Sesampainya aku dirumah sakit, aku langsung ditangani oleh beberapa dokter. Di pasang nya selang-selang di tubuh ku dari mulai kepala sampai badan di penuhi selang. Dengan sang dewi penolong itu aku selamat. Akan tetapi hal tersebut masih terus berulang sampai aku berumur 5 tahun. Sejak aku diceritakan aku jadi membayangkan menjadi Bunda yang takut kehilangan anak pertamanya.
Ketika aku tumbuh dewasa, banyak hal yang baru kusadari tentang Bunda. Betapa besar pengorbanannya, betapa dalam cintanya, dan betapa kuat tekadnya. Bunda selalu menjadi benteng yang kokoh bagi keluarga kami. Meski tak jarang harus berjuang sendiri, Bunda tak pernah menunjukkan kelemahannya. Ia selalu tegar, selalu menjadi sosok yang bisa kami andalkan.
Kini, saat aku sudah bisa berdiri di atas kakiku sendiri, aku melihat kembali perjalanan hidup Bunda dengan rasa hormat yang mendalam. Setiap langkahnya, setiap tetes keringatnya, dan setiap doanya adalah bagian dari kesuksesan dan kebahagiaan yang kurasakan saat ini. Bunda mungkin tak pernah meminta balasan atas semua yang ia berikan, tapi aku tahu bahwa kebahagiaan kami adalah hadiah terbesar baginya.
Dalam setiap doa yang kupanjatkan, nama Bunda selalu ada. Aku berdoa agar Bunda selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan umur panjang. Aku ingin bisa terus membuatnya bangga, seperti dia selalu membuatku bangga. Meski kata-kata tak pernah cukup untuk mengungkapkan rasa terima kasihku, aku berharap Bunda tahu betapa besar cintaku padanya.
Setiap kali aku merasa lelah atau putus asa, aku selalu mengingat kata-kata Bunda. “Jangan pernah menyerah, karena setiap usaha pasti ada hasilnya.” Kata-kata itu selalu menjadi penyemangat bagiku untuk terus maju, untuk terus berjuang meraih mimpi-mimpiku.
Bunda adalah bukti nyata bahwa cinta dan pengorbanan bisa mengubah kehidupan seseorang. Bunda adalah pahlawan dalam kesederhanaan, yang dengan tulus memberikan segalanya demi kebahagiaan orang-orang yang dicintainya. Dalam setiap langkahku, aku selalu membawa semangat dan nilai-nilai yang Bunda tanamkan. Karena aku tahu, di balik setiap keberhasilan yang kucapai, ada doa dan cinta Bunda yang selalu menyertai.
Kini, ketika aku menceritakan kisah ini, aku berharap bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Bahwa di balik kesederhanaan, selalu ada kekuatan besar yang bisa mengubah dunia. Bahwa cinta seorang ibu adalah cinta yang tak terbatas, yang mampu melewati segala rintangan dan tantangan.
Bunda, terima kasih untuk segala cinta dan pengorbanan yang telah kau berikan. Aku berjanji akan selalu menjagamu, seperti kau selalu menjagaku . Aku akan selalu berusaha menjadi anak yang bisa membuatmu bangga. Karena bagiku, kebahagiaanmu adalah tujuan utama dalam hidupku.
Penulis: Syaqila Nadya Salsabila – Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta, Prodi Penerbitan Jurnalistik, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan.