MCMNEWS.ID – Mohammad Hatta atau panggilan akrabnya Bung Hatta, adalah seorang tokoh nasional yang dikenal sebagai wakil presiden pertama sekaligus proklamator kemerdekaan Indonesia.
Lelaki yang lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus ini juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Gelar tersebut beliau peroleh lantaran jasa beliau dalam menginisiasi didirikannya Koperasi Indonesia yakni pada tanggal 12 Juli 1947. Beliau kerap menyumbangkan gagasan kenegaraan, terutama dalam lingkup ekonomi nasional.
Dengan rasa kepeduliannya terhadap rakyat dan pemerintahan di Indonesia, Hatta membuat gerakan ekonomi kerakyatan lewat koperasi.
Menurut Hatta, tujuan Negara adalah memakmurkan rakyat dengan negara asas kekeluargaan dan bentuk uang yang paling cocok untuk Indonesia adalah usaha bersama dengan kekeluargaan. Di mana usaha bersama menurut Hatta adalah koperasi.
Selain itu, menurutnya, dengan adanya koperasi, akan membuat kesejahtraan anggota meningkat yang dapat langsung memajukan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi Indonesia.
Dalam perkembangan membentuk Koperasi Indonesia pun, Hatta membuat tujuh prinsip operasional internal dan eksternal seperti partisipasi sukarela dan terbuka, dikendalikan oleh anggota sepenuhnya, koordinasi anggota, otonomi kebebasan, pendidikan, pelatihan, dan informasi, kerjasama antar operasi, serta kepedulian terhadap komunitas. Prinsip inilah yang membuat Bung Hatta mendirikan koperasi di Indonesia.
Atas kontribusinya terhadap pemerintahan Indonesia, Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada tahun 1953 saat kongres II di Bandung.
Selain menjadi seorang politikus dan ekonom, beliau juga seorang cendekiawan sekaligus sastrawan. Bung Hatta dikenal dengan berbagai buku-bukunya yang menjadi mahakaryanya selama beliau hidup. Beliau dikenal sebagai sosok yang gemar membaca semasa hidupnya.
Tak hanya gemar membaca buku, beliau pun juga menuangkan isi pemikiran dalam karya-karyanya yang terkenal. Beliau menulis sejumlah buku dalam berbagai bidang dan topik. Mulai dari bahasan filsafat, ilmu pengetahuan, wawasan kebangsaan, ekonomi, pendidikan, hingga buku yang membahas keagamaan.
Salah satu karya dari gagasan beliau tentang koperasi adalah “Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun.” Buku ini menjadi rujukan para pejuang ekonomi kerakyatan dan para tokoh koperasi yang turut melanjutkan semangat beliau.
Dalam buku ini, beliau membangun sebuah falsafah konsep ekonomi berbasis koperasi sekaligus bagaimana penerapan koperasi secara konkret.
Buku ini juga menceritakan bagaimana landasan perkoperasian masuk ke dalam konstitusi negara kita, yakni juga melalui upaya beliau yang mengajukan beberapa poin yang pada akhirnya berbuah menjadi UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1. Pasal ini memuat falsafah perekonomian Indonesia yang berasaskan kekeluargaan, hingga pada akhirnya melahirkan sebuah konsep Koperasi Indonesia.
Harapan beliau terhadap buku ini dapat memajukan masa depan perekonomian di Indonesia. Melalui buku tersebut, Bung Hatta menawarkan sebuah jalan untuk mencapai kemakmuran bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali. Yakni melalui koperasi yang menjadi penggerak utama perekonomian rakyat.
Selain itu beliau juga menulis sebuah otobiografi yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai seorang tokoh bangsa.
Buku otobiografi ini juga menjadi salah satu mahakarya yang dibaca oleh banyak orang. Buku tersebut berjudul “Mohammad Hatta, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi.”
Adapun karya lain beliau yang terkenal adalah buku “Demokrasi Kita” yang membahas refleksi mengenai pelaksanaan kenegaraan Republik Indonesia sebagai negara demokratis. Buku ini dinilai sangat “berani” karena didalamnya ada beberapa kritikan terhadap Soekarno, yakni presiden sekaligus sahabat karib dari Bung Hatta sendiri.