MCMNEWS.ID | Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pertama kali yang digelar di Bali pada tahun 1976. Dok: Ist/The National
• Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang mempunyai tujuan sama serta mencari kesempatan untuk menggerakkan kerja sama dengan mereka.
Dilansir dari laman resmi Kementeruan Luar Negeri, seiring perkembangan, organisasi ini membuat berbagai agenda yang signifikan di bidang politik seperti Deklarasi Kawasan Damai, Bebas, dan Netral (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality Declaration/ ZOPFAN) yang ditandatangani tahun 1971.
Kemudian, pada tahun 1976 lima negara anggota ASEAN itu juga menyepakati Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/ TAC) yang menjadi landasan bagi negara-negara ASEAN untuk hidup berdampingan secara damai.
Dalam bidang ekonomi, Agreement on ASEAN Preferential Trading Arrangements (PTA) berhasil disepakati dan ditandatangani di Manila pada 24 Februari 1977 yang menjadi landasan untuk mengadopsi berbagai instrumen dalam liberalisasi perdagangan on a preferential basis.
Pada perkembangan selanjutnya, Agreement on the Common Effective Preferential Tariff (CEPT) Scheme for the ASEAN Free Trade Area berhasil disepakati di Singapura pada 28 Januari 1992. Kemajuan-kemajuan tersebut mendorong negara-negara lain di Asia Tenggara bergabung menjadi anggota ASEAN.
Lalu, dengan kemajuan yang sudah dicapai, membuat negara-negara diluar 5 negara pendiri mempunyai keinginan untuk bergabung. Ada Brunei Darussalam yang resmi menjadi anggota ke-6 ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984,
Vietnam yang menjadi anggota ke-7 ASEAN pada 29-30 Juli 1995. Laos dan Myanmar resmi menjadi anggota ke-8 dan ke-9 ASEAN pada 23-28 Juli 1997. Kemudian Kamboja resmi menjadi anggota ke-10 ASEAN pada tanggal 30 April 1999.
Dan saat ini, jumlah anggota ASEAN ada 10 negara, di antaranya Indonesia (8 Agustus 1967), Malaysia (8 Agustus 1967), Singapura (8 Agustus 1967), Thailand (8 Agustus 1967), Filipina (8 Agustus 1967), Brunei Darussalam (8 Januari 1984), Vietnam (28 Juli 1995), Laos (23 Juli 1997), Myanmar (23 Juli 1997) dan Kamboja (30 April 1999).