MCMNEWS.ID – Pihak Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) secara resmi membantah rumor miring mengenai adanya permintaan imbalan atau “mahar” kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan di balik aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ.
Tuduhan tersebut dinyatakan sebagai disinformasi yang sengaja diembuskan untuk merusak kredibilitas mahasiswa dan nama baik kampus.
Kepastian ini muncul usai digelarnya audiensi terbatas yang melibatkan unsur pimpinan universitas, perwakilan Pemkot Tangsel, serta pengurus BEM UMJ di Gedung Civilization, Senin (12/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak mengklarifikasi bahwa tidak ada praktik transaksional terkait isu sampah yang sedang dikawal mahasiswa.
Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Candra, M.H., menegaskan bahwa pihak kampus memegang teguh prinsip moral dan intelektual dalam setiap kegiatan kemahasiswaan.
“Kami memastikan bahwa tidak ada permintaan mahar atau bentuk imbalan apa pun dalam aksi yang dilakukan BEM UMJ. Isu tersebut tidak memiliki dasar fakta dan sengaja dilemparkan untuk menggiring opini negatif terhadap mahasiswa dan institusi UMJ,” ujar Septa dalam pernyataan resminya.
Melawan Narasi Negatif di Media Sosial
Pihak universitas menyayangkan cepatnya penyebaran kabar burung di media sosial yang menyudutkan mahasiswa tanpa adanya validasi data. Menurut Septa, setiap gerakan yang dilakukan oleh BEM UMJ berada di bawah pengawasan dan pembinaan ketat universitas agar tetap berjalan sesuai aturan hukum dan etika.
Ia juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa mengenai darurat sampah di Tangsel adalah wujud nyata kepedulian sosial, bukan ajang mencari keuntungan pribadi.
“Aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan publik, khususnya pengelolaan sampah yang memang menjadi perhatian bersama. Universitas justru mendorong mahasiswa untuk terus bersuara secara kritis dan konstruktif, bukan dibungkam dengan tudingan yang tidak berdasar,” tambahnya.
Sebagai penutup, UMJ mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menyerap informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
Kampus berkomitmen untuk terus mencetak kader yang berani menyuarakan kebenaran dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Kemuhammadiyahan.