Survey Parameter: Kenaikan Persentase Benyamin-Pilar Terkecil Pada Bulan Oktober
Rabu, 4 November 2020, 13:00 WIB
Penulis : Andre Pradana
MCMNEWS.ID | Rahayu Saraswati Foto Selfie bersama Paslon lainnya saat acara pengambilan no urut peserta pilkada yang diselenggarakan oleh KPU Tangsel. (Dok: Istimewa)
MCMNEWS.ID – Jelang sebulan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 9 Desember mendatang. Lembaga Kajian Politik Parameter Demokrasi Indonesia merilis hasil survey terbaru untuk Pilkada Tangerang Selatan.
Dari ketiga pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, paslon nomor urut tiga, Benyamin-Pilar memiliki persentase kenaikan terkecil dari bulan September menuju bulan Oktober yaitu 1,3%.
Paslon nomor urut satu Muhamad-Saraswati memiliki persentase kenaikan 2,6%, sedangkan Paslon nomot urut dua Azizah-Ruhamaben memiliki persentase kenaikan tertinggi yaitu 7,4%.
Meski demikian, Paslon nomor urut tiga, Benyamin-Pilar masih unggul dengan tingkat elektabilitas tertinggi yakni mencapai 28%.
“Hasilnya pasangan Ben-Pilar unggul dengan tingkat elektabilitas 28%, disusul dengan pasangan Muhamad Saraswati 23,5% dan Pasangan Azizah Ruhamaben 22,9%,” kata Peneliti Parameter, Mahardika, dalam rilisnya, ditulis Rabu, (4/11/2020).
“Sedangkan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 25,6%,” lanjutnya.
Mahardika menjelaskan, dari hasil survey terbaru ini ketiga pasangan calon mengalami kenaikan tingkat elektabilitas dibandingkan survey sebelumnya yang dilakukan pada bulan September lalu.
“Pasangan Ben-Pilar mengalami kenaikan tingkat elektabilitas dari 26,7 % menjadi 28%, pasangan Muhamad Saraswati dari 20,9% menjadi 23,5% dan pasangan Azizah Ruhamaben dari 15,5% menjadi 22,9%. Naiknya angka elektabilitas ini juga dikarenakan pemilih yang belum menentukan pilihan turun dari sebelumnya 36,9% menjadi 25,6%,” jelasnya.
Mahardika mengungkapkan, dalam survey tersebut, Parameter Demokrasi Indonesia memaparkan hasil survey yang dilakukan terhadap 800 responden yang dianggap mewakili suara pemilih di Kota Tangsel.
Responden tersebar hampir di 54 kelurahan dan 7 kecamatan dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling atau acak.
Dikatakan Mahardika, hasil tersebut diperoleh dengan metode wawancara tatap muka dengan responden yang dilakukan rentang waktu 20-26 Oktober 2020. Dengan tingkat margin error 2,4% dan tingkat kepercayaan 95%.
“Populasi survey adalah warga Tangerang Selatan yang telah memiliki hak pilih,” tandasnya.