MCMNEWS.ID | Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Nailu Huda. Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Nailu Huda, mempertanyakan urgensi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang melakukan penyertaan modal ke Bank BJB.
Menurut Huda terdapat banyak opsi kebijakan ekonomi yang bisa diambil oleh Pemkot Tangsel sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
“Kebijakan ekonomi tuh kan banyak opsinya. Salah satu opsi yang dimiliki oleh Pemda Tangsel adalah menanamkan modal ke BJB. Namun pasti ada opsi kebijakan publik lainnya selain itu dengan uang Rp10 miliar tersebut. Nah tinggal kebijakan mana yang berimpact besar kepada ekonomi masyarakat,” kata Huda, kepada MCMNEWS.ID, Selasa, (23/11/2021).
“Saya rasa banyak kebijakan publik lainnya selain menanamkan modal ke BJB yang berimpact ke masyarakat luas. Misalkan bantuan sosial, pengadaan RS darurat untuk covid, bantuan pendidikan dan sebagainya,” lanjutnya.
Dikatakan Huda, seharusnya Pemkot Tangsel dapat mempertimbangkan kebijakan lain selain melakukan penanaman modal ke Bank BJB. Terlebih, anggaran yang diberikan cukup besar yakni Rp10 miliar.
Bahkan, lanjut Huda, dirinya menduga ada kesepakatan yang telah terbangun antara Pemkot Tangsel dengan BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
“Makanya memang perlu mempertimbangkan kebijakan lainnya. Atau bisa jadi udah ada ‘deal’. Kalau ada pilihan kebijakan lainnya kenapa harus nanam modal ke BJB? pasti kan di situ akan ada timbul pertanyaan. Kalo dlihat efek ke ekonomi ya lebih gede jika bantuan secara langsung alih-alih nanam modal ke perbankan daerah,” tuturnya.
‘Pasti ada ‘deal’ antara Pemkot dengan BJB. Di tengah pandemi seperti ini kebijakan seperti ini rawan kritik dan unpopuler. Tapi tetap dipaksakan, jadi memang wajar kalo curiga ada ‘deal’ dibalik itu,” tandasnya.
Diketahui, sebelumnya Walikota dan DPRD Kota Tangsel melakukan persetujuan bersama tentang Raperda penyertaan modal ke Bank BJB, dalam rapat paripurna yang dilakukan pada Selasa, (23/11/2021).
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, Pemkot Tangsel akan memberikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk penyertaan modal awal.
“Jadi Perda nya Insya Allah sudah disahkan tinggal tahun depan kita anggarkan Rp10 miliar dulu,” kata Benyamin Davnie, Selasa, (23/11/2021).
Benyamin mengungkapkan, dalam perencanaan, Pemkot Tangsel totalnya akan memberikan penyertaan modal hingga Rp50 miliar kepada Bank BJB selama lima tahun mendatang. Kendati demikian, lanjut Benyamin, pemberian modal akan diberikan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Total rencananya Rp50 miliar (untuk penyertaan modal, red). Sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tuturnya.