MCMNEWS.ID | Ilustrasi masa tenang Pilkada. Gambar: Andre Pradana
MCMNEWS.ID – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah memasuki tahapan masa tenang. Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), masa tenang ditandai dengan simbolisasi penuruan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Namun ironisnya, meski sudah memasuki masa tenang, masih ada saja oknum yang melakukan sosialisasi terselubung kepada masyarakat Tangsel.
Seperti halnya yang dialami oleh sejarawan sekaligus pemimpin redaksi (pemred) salah satu media online, Bonnie Triyana.
Bonnie mendapati adanya oknum yang mendatangi rumahnya memberikan Formulir C, namun disisipi dengan bingkisan berisi poster dan visi misi salah satu kandidat paslon.

“Barusan dikasih formulir c untuk ikut memilih dalam Pilkada Tangerang Selatan. Yang bagiin nitip bingkisan sambil bilang ‘ini ada titipan dari Pak Benyamin’. Saya tinggal di Residence One, BSD. Tolong @BawasluTangsel bertindak,” tulis bonnie, dikutip Mcmnews.id, dalam akun Twitter pribadinya @BonnieTriyana, Minggu, (6/12/2020).
“Pembagian formulir c jadi tanggungjawab KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, red). Apa urusannya KPPS bagiin formulir c sambil kasih bingkisan propaganda. Benyamin adalah wakil walikota petahana, sedangkan calon wakilnya dalam Pilkada Tangsel ini adalah Pilar, anaknya Bupati Serang Tatu Chasanah, keponakan Atut,” lanjutnya.
Tulisan Bonnie itupun mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya Direktur Akademi AntiKorupsi sekaligus mantan Koordinator ICW, Ade Irawan.

Ade menyebut, bahwa cara primitif dan melecehkan akal sehat seperti itu haruslah dihentikan.
“Cara-cara primitif, barbar, dan melecehkan akal sehat tak boleh dibiarkan. Kejadian memalukan semacam ini harus dicukupkan. Benyamin Davnie adalah petahana, harusnya memberi teladan. Pilar, meski keponakan 2 koruptor besar (Atut dan TCW), mestinya tak mengulang kesalahan Uwak dan Mamangnya,” tulis Ade Irawan membalas tulisan Bonnie
Sementara itu, dihubungi terpisah, Koordinator Divisi Penindakkan Pelanggaran Bawaslu Kota Tangsel, Ahmad Jajuli, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penelurusan terhadap kejadian tersebut.
“Sedang dilakukan penelusuran ke tempat yang dimaksud,” kata Ahmad Jajuli.