MCMNEWS.ID | Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Hadi Widodo. Dok: DonOslo
MCMNEWS.ID – Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikabarkan telah direncanakan sejak tahun 2019 lalu, namun belum terealisasi hingga kini.
Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Hadi Widodo, menyebut, belum terealisasinya pembangunan IPLT di Kota Tangsel lantaran terkendala ketersediaan lahan dan anggaran.
“Terkait IPLT sebenarnya sudah ada perencanaan, cuma memang kendala terbesarnya mungkin di masalah anggaran ya untuk pembebasan lahan perlu biaya yang cukup tinggi jadi mau tidak mau kita bersabar,” kata Hadi Widodo, saat ditemui MCMNEWS.ID, Jumat, (28/10/2022).
“Karena mungkin ada hal lain yang lebih penting dibanding itu sehingga kita belum bisa melakukan pembebasan lahan,” lanjutnya.
Hadi menjelaskan, pembangunan IPLT sendiri diperkirakan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Pasalnya Pemkot Tangsel harus menyediakan lahan dengan luasan minimal 1,8 hektar.
Selain itu, lanjut Hadi, untuk pembangunan fasilitas IPLT yang terdiri dari sarana dan prasarana membutuhkan anggaran yang ditaksir mencapai Rp10 miliar.
“Kalau perencanaan kita si idealnya yang memang di dalamnya sudah lengkap fasilitas termasuk sarana dan prasarana kemarin itu kita membutuhkan sekitar 1,8 hektar untuk luas lahan,” terang Hadi.
“Bisa sekitar Rp10 miliar mungkin (untuk sarana dan prasarana). Itu mungkin ya tapi saya belum bisa berhitung secara detail,” lanjutnya.
Hadi menerangkan, pihaknya juga tengah mempertimbangkan kebijakan alternatif yaitu dengan melakukan penjajakan kerjasama dengan wilayah terdekat yang sudah memiliki IPLT.
“Bisa aja sebenarnya ada alternatif lain yaitu dijajaki kerjasama dengan wilayah lain yang sudah punya IPLT, Kabupaten Tangerang dan DKI Jakarta sudah punya, bisa aja kita jajaki itu untuk sementara ya sampai kita bisa membangun IPLT sendiri,” bebernya.
“Seminimalnya dalam waktu lebih pendek bisa bekerjasama dulu ya. Namun persoalannya kalau kita menjajaki kerjasama dengan wilayah lain harus bayar retribusi, lalu mereka bersedia atau tidak, lalu mereka mampu atau tidak menampung limbah tinja dari Tangsel. Mungkin kita akan keliling dulu ke DKI atau Kabupaten Tangerang agar mendapatkan masukan, kalau sekiranya ada lampu hijau ya kita tinggal lakukan kajian nanti,” pungkas Hadi.