MCMNEWS.ID – Mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Nato Hisbulla, menantang Kapolres Palopo debat secara terbuka.
Hal itu dilakukan Nato lantaran menyayangkan kebijakan Polres Palopo yang melakukan sayembara berhadiah jutaan rupiah bagi masyarakat yang berhasil menemukan pelaku pencabulan yang tidak lain merupakan mantan anggota DPRD Palopo.
Menurutnya, langkah Polres Palopo itupun mencerminkan lemahnya kinerja Polres Palopo dalam menangani persoalan tersebut.
“Apa yang dilakukan Polres Palopo ini tidak mencerminkan sikap kerja profesional bagi institusi Polri, hal ini tentu sangat disayangkan,” kata Nato, dalam keterangan tertulisnya kapada Mcmnews.id, Kamis, (28/10/2021).
Mahasiswa Pascasarjana hukum Unhas itupun menantang debat terbuka bagi Polres Palopo untuk membahas hal tersebut.
“Maka dengan ini saya juga akan menantang institusi Polres Palopo dalam debat terbuka tanpa imbalan dalam membahas persoalan yang terjadi ini,” tambahnya.
Dilansir dari berbagai sumber, Polres Palopo mengeluarkan sayembara bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO), Jhon Tikara (JT) tersangka dugaan tindak pidana prostitusi anak dibawah umur akan diberikan hadiah sebesar Rp.10 juta.
“Kami sayembarakan, barang siapa yang mengetahui dan menemukan keberadaan DPO JT akan mendapatkan imbalan Rp.10 juta,” kata Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas, di Swetness Cafe, Kota Palopo, Rabu (27/10/2021).