MCMNEWS.ID | Ilustrasi kemiskinan. Dok: Antara
MCMNEWS.ID – Hingga akhir tahun 2022 jumlah penduduk miskin di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat mencapai 44.290 jiwa atau turun sekira 280 jiwa dari tahun 2021.
Hal itu diketahui berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2022 ini.
Pada tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel tercatat sebesar 2,57 persen atau sekira 44.570 jiwa. Sedangkan pada tahun 2022 penduduk miskin tercatat menjadi 2,50 persen atau 44.290 jiwa.
Dengan begitu jumlah penduduk miskin di Kota Tangsel turun sebesar 0,07 persen atau 280 jiwa.
BPS sendiri menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) dalam mengukur kemiskinan.
Dengan pendekatan itu kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
“Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah GK (Garis Kemiskinan, red) dikategorikan sebagai penduduk miskin,” tulis BPS dalam rilis resminya, dikutip Jumat, (30/12/2022).
Diketahui, garis kemiskinan Kota Tangsel pada tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp665.610 per kapita per bulan. Sedangkan untuk tahun 2022 naik menjadi Rp712.717 per kapita per bulan.
Daerah Dengan Penurunan Jumlah Penduduk Miskin Terkecil se Provinsi Banten
Dalam data yang di rilis BPS tersebut, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatatkan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 280 jiwa.
Angka tersebut menjadikan Kota Tangsel sebagai daerah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terendah se Provinsi Banten.
Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar se Provinsi Banten pada tahun 2022 dengan total 17.530 jiwa. Kabupaten Pandeglang berada diurutan kedua dengan total 16.780 jiwa.
Kabupaten Serang berada di posisi ketiga dengan total penurunan sebanyak 7.640 jiwa. Kota Serang berada diposisi keempat dengan penurunan 5.350 jiwa.
Sedangkan penurunan pendudukan miskin terbanyak diurutan kelima adalah Kota Cilegon dengan jumlah 2.430 jiwa. Kabupaten Tangerang mencatatkan penurunan jumlah penduduk 1.830 jiwa.
Sedangkan Kota Tangerang berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebanyak 1.360 jiwa.