MCMNEWS.ID – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus dan aliansi menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten pada Senin, 2 September 2024.
Dalam aksinya, mereka mengkritisi kinerja para anggota DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024 yang selama menjabat dinilai kurang memberikan dampak yang maksimal terhadap pembangunan di Provinsi Banten.
Mahasiswa tersebut satu persatu menyampaikan orasinya dan sempat memaksa masuk ke area gedung DPRD. Namun upaya itu dihalau aparat keamanan. Massa aksi juga turut membakar ban di depan gerbang gedung DPRD Banten sembari terus menyampaikan aspirasinya.
Massa aksi meminta anggota DPRD Provinsi Banten periode 2024-2029 yang baru dilantik lebih mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Koordinator massa aksi, Dadang Suzana mengatakan, dengan penambahan kursi DPRD Provinsi Banten dari periode sebelumnya yaitu sebanyak 15 kursi menjadi 100 kursi saat ini, seharusnya seluruh anggota DPRD dapat menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada di Banten.
“Periode sebelumnya (jumlah) kursi DPRD 85, sekarang 100 kursi. Harusnya dengan penambahan ini semua permasalahan di Banten mulai pendidikan, kesehatan hingga kemiskinan ekstrem dan pengangguran dapat diselesaikan,” katanya.
Menurutnya para wakil rakyat tersebut dipilih untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Banten di berbagai pelosok.
“Mereka wakil rakyat bukan wakil daripada kepentingan-kepentingan atau orang yang mementingkan kepentingannya. Bukan hanya kepentingan golongan, pribadi, dan partai. Tapi mereka dipilih oleh rakyat untuk rakyat dan untuk mensejahterakan rakyat,” katanya di sela-sela unjuk rasa.
Sementara itu, pelantikan anggota DPRD Banten periode 2024-2029 sempat molor hampir satu jam dari waktu yang telah dijadwalkan.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Banten Andra Soni dengan membacakan agenda rapat paripurna. Rapat paripurna juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Dapil Banten periode 2019-2024.
Prosesi pengucapan sumpah/janji dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Andriani Nurdin yang memandu pengambilan sumpah jabatan 100 anggota legislatif terpilih. Pengambilan sumpah/janji dilakukan secara bersamaan berdasarkan agama kepercayaan masing-masing.