MCMNEWS.ID | Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memandang kebijakan menaikkan harga BBM memang sulit dihindari oleh pemerintah saat ini.
Hasto menyebut, di tengah penolakan oleh Partai Demokrat dan PKS, PDIP lebih memilih objektif.
Ia mengatakan bahwa pemerintah menaikkan harga BBM subsidi merupakan opsi terakhir pemerintah untuk bersiap menghadapi inflasi dan persoalan anggaran. Ia memandang pemerintah tengah menghadapi situasi yang sulit.
“Jadi, keberpihakan PDIP ini, kan, pada wong cilik, kepada marhaen. Tetapi pada saat yang sama, kita melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi pemerintah,” kata Hasto dikutip dari CNN, Rabu, (7/9/2022).
“BBM berulang kali kami lakukan sikap tegas, sikapnya bukan personal mendukung atau tidak, tetapi keberpihakan,” tambahnya.
Sementara itu, Komisi VI DPR RI Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio menyebut kondisi persoalan BBM saat ini memang serba salah.
Ia menilai bahwa anggaran akan mengalami pembengkakan bila pemerintah tidak menaikkan harga BBM.
“Ya, kita melihat kondisi saat ini serba salah dan punya konsekuensi. Jika tidak ada kenaikan BBM, maka anggaran kita akan membengkak dan mempengaruhi program-program yang sudah direncanakan,” kata Eko seperti dikutip Detik.
“Jika harga BBM dinaikkan, maka konsekuensi pada peningkatan harga kebutuhan pokok, inflasi, dan menurunkan daya beli masyarakat. Apa yang dilakukan Pak Presiden dengan memberikan bansos tambahan untuk menanggulangi penurunan daya beli sudah tepat,” lanjutnya.