MCMNEWS.ID – AS Roma kembali mengalami kekalahan kontra tim Promosi Serie A, Venezia. Laga itu membuat Jose Mourinho lagi-lagi geram kepada pemainnya maupun wasit yang memimpin pertandingan tersebut
Roma sendiri bertandang ke markas Venezia dengan modal yang buruk. Mereka gagal mendapatkan kemenangan dalam dua pertandingan terakhirnya di semua kompetisi, yakni ketika bertemu AC Milan dan Bodo/Glimt.
Kemenangan terakhirnya didapatkan pada akhir bulan Oktober lalu, tepatnya saat bertemu Cagliari. Sebelum itu, Giallorossi sudah mencatatkan rentetan pertandingan tanpa kemenangan yang lebih panjang.
Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah unggul cepat di menit ketiga lewat gol Mattia Caldara.
Akhirnya, serigala Ibukota berhasil membalikkan keadaan jelang turun minum. Eldor Shomurodov menyamakan skor di menit ke-43 dan Tammy Abraham membawa Roma memimpin 2-1 di menit ke-45.
Namun, Venezia bangkit di babak kedua. momentum itu datang saat tim besutan Paolo Zanetti mendapatkan hadiah penalti di menit ke-65, yang dieksekusi oleh Mattia Aramu untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Roma kebobolan lagi di menit ke-65, yang kali ini lewat David Okereke. Gol tersebut membuat Giallorossi harus pulang dengan tangan kosong karena kalah 2-3.
Setelah pertandingan usai, Jose Mourinho pun bertemu awak media dan melampiaskan kekesalannya pada pemain. Khususnya lini depan yang gagal memanfaatkan begitu banyak peluang untuk mencetak gol.
“Kami menciptakan banyak peluang, banyak setengah peluang dan ketika anda masuk ke dalam posisi berbahaya dan tidak membuat penyelesaian akhir yang tepat, rasanya bikin frustrasi,” ujar Mourinho dikutip dari Sky Sport Italia, Senin, (8/11/2021).
“Kami melakukannya 20 kali, dengan pemain menyerang seperti Veretout dan Pellerini di dekat penyerang, tapi kami tak mampu melakukan operan itu. Bagaimana mungkin bisa menciptakan begitu banyak tapi tidak mencetak gol,” pesannya.
Selain itu, Mourinho juga melampiaskan kekesalannya terhadap wasit. Namun kali ini dilakukan secara tersirat. Pria asal Portugal tersebut berusaha untuk menjaga omongannya agar tidak terlibat dalam masalah.
“Saya harus melindungi diri saya sendiri dan memendam perasaan soal apa yang terjadi. Saya bisa saja berbicara soal pemain yang harusnya mendapatkan kartu kuning karena pelanggaran taktis, detail kecil semacam itu,” kata Mourinho.
“Saya bisa saja bilang kami punya peluang untuk unggul 3-1, di atas semuanya dengan El Shaarawy dan itu sulit dilewatkan, tapi kenyataannya kami unggul 2-1 dan sedang memegang kendali. Apa yang terjadi, buat saya tidak ingin berkata apa-apa lagi,” jelasnya.
“Mungkin suatu hari nanti saya akan paham mengapa suatu insiden tertentu terjadi. Ada hal-hal yang disembunyikan selama bertahun-tahun dan suatu hari nanti saya bakalan memahaminya,” pungkasnya.