MCMNEWS.ID – Setelah kita semua sempat merasakan musim hujan yang mulai melanda daerah-daerah di Indonesia, cuaca panas justru kembali menyapa kembali, terutama di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir.
Malah, prakiraan cuaca Jabodetabek sepekan ke depan kemungkinan didominasi cuaca cerah atau berawan.
Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi suhu panas dan cuaca terik pada siang hari terjadi di beberapa wilayah, terutama di sekitar selatan ekuator, yakni mayoritas di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, mengatakan kondisi panas terik di sekitar selatan ekuator belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi tekanan rendah.
“Kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara tersebut turut dipicu oleh aktifitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin(18/12), dilansir dari CNN Indonesia.
“Hal ini menyebabkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator,” lanjutnya.
Guswanto menjelaskan, pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan tersebut juga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin.
“Menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan” di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” jelasnya.
“Sehingga dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara,” ungkap dia.
Namun dalam sepekan terakhir, hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Hal ini disebabkan oleh pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan.
Kemudian, secara tidak langsung hal tersebut turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan pada akhirnya menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
BMKG, dalam akun resmi Instagram-nya, mengatakan bahwa pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan masih dapat berlangsung dalam 3-4 hari ke depan. Namun, hal itu diprediksi cenderung melemah.
“Sehingga terjadi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara mulai tanggal 23 Desember,” tulis BMKG dalam keterangannya.