MCMNEWS.ID | Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Dok: istimewa
MCMNEWS.ID – Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai dengan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi bisa mengoreksi target ekonomi yang ditentukan oleh pemerintah sendiri.
Menurutnya target ekonomi yang sudah ditetapkan di RAPBN bisa tidak tercapai dan rencana belanja dengan sendiri bisa terkoreksi.
“Kalau target-target sudah tidak tercapai, maka otomatis rencana belanja dan penerimaan negara akan terkoreksi atau tidak tercapai,” ujar Hafisz, ditulis Jumat, (9/9/2022).
Hafisz menyebut ada kausalitas yang mengiringi kebijakan kenaikan harga BBM, ia berpendapat kemungkinan ekonomi nasional kedepan akan turun lagi.
Bila ekonomi turun, lanjutnya, transaksi perdagangan pasti lesu. Bila perdagangan lesu, itu bisa mengoreksi target ekonomi dan tentu asumsi makro APBN tidak akan tercapai.
Ia pun mengungkapkan bahwa kebijakan yang pemerintah ambil dengan mencabut subsidi BBN sangat tidak populis di tengah krisis global. Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, rakyat miskin akan semakin banyak akibat kenaikan BBM tersebut.
Namun, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut mengakui bahwa memang selama ini anggaran subsidi telah memberatkan APBN.
Kendati begitu, menaikkan harga BBM bersubsidi justru lebih memberatkan lagi bagi kehidupan rakyat miskin, Semua kebutuhan pokok pasti akan naik. Sebab kontribusi BBM bisa mencapai 15-20 persen terhadap komponen harga produksi.