MCMNEWS.ID | Dok: Parlementaria
MCMNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, kesembilan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terpilih dapat lebih melibatkan masyarakat dalam mendeteksi kasus-kasus yang terjadi pada anak.
Marwan pun menekankan agar KPAI dapat melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap kasus yang melibatkan anak.
“Kita sebenarnya menekankan aspek pencegahan ya, bagaimana alarm (adanya kasus yang melibatkan anak) itu bisa dipasang di seluruh penjuru, karena tempat atau kejadian kekerasan terhadap anak ini tidak bisa di cluster, umpamanya di area remang-remang, nggak bisa begitu, bahkan di tempat-tempat suci pun terjadi,” kata Marwan.
Sebab, menurut Marwan, saat ini, deteksi kasus-kasus yang terjadi pada anak terkesan lamban. Misalnya ketika ada kasus pelecehan yang terjadi pada anak, baru terungkap setelah mendapati banyak korban.
“Ada juga anak yang teraniaya, sebetulnya tetangganya sudah tau bahwa anak tersebut teraniaya oleh ibunya, tapi alarm itu tidak berbunyi, maka sampai korban bahkan ada yang tewas,” jelasnya.
Untuk itu, Marwan menilai, agar dapat mendeteksi kasus yang terjadi pada anak, keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting.
Lebih lanjut, Marwan menekankan agar KPAI dapat terus meningkatkan aspek perlindungan dan aspek rehabilitasi terhadap korban anak-anak. Selain itu, ia juga berharap agar komisioner KPAI nantinya memiliki nyali yang lebih berani dalam menghadapi predator anak dan menuntaskan kasus-kasus yang terjadi pada anak.
“Karena dalam hal urusan kekerasan seksual terhadap anak, itu kalau diusut, diperdalam, sebagian besar pelaku juga korban masa lalu. Berarti kan terapinya tidak tuntas, maka aspek rehabilitasi itu juga penting, dimana direhabilitasi, siapa yang merehabilitasi, berapa lama sampai kita pastikan bahwa dia pulih, tidak akan melakukan hal yang sama,” pungkasnya.